Ikuti Aturan Agar Pandemi COVID-19 Segera Berlalu

Ikuti Aturan Agar Pandemi COVID-19 Segera Berlalu
(Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Fenomena pandemik Covid-19, dikategorikan sebagai bagian dari isu-isu global kontemporer.

Para pakar kesehatan dunia menyebutkan bahwa Indonesia menghadapi lonjakan jumlah pasien.

Hingga hari ini, kasus positif Covid-19 sudah menyebar di Indonesia.

Penambahan kasus masih terjadi di sejumlah provinsi, terutama di DKI Jakarta. Empat provinsi lainnya yang masuk dalam daftar lima besar daerah dengan jumlah kasus terbanyak adalah: Jawa Barat, Banten , Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dengan bertambahnya kasus pandemic ini dari hari ke hari, membuat masyarakat semakin resah, tanpa adanya pemahaman yang jelas mengenai virus Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Dr.rer.nat, Arli Aditya parkesit sebagai kepala Jurusan Bioinformatika Indonesia International Institute for Life Sciences (i3l) memberikan perspektif Bioinfromatika mengenai virus Covid-19.

Lantas apa yang harus dilakukan disaat situasi saat ini ?

"Secara umum, ikuti guidelines dari pemerintah yang dibenchmark ke SOP WHO, seperti physical distancing, rajin cuci tangan, pakai masker, dan lainnya. Jangan pergi ke rumah sakit jika tidak sakit berat, dan terutama ikuti petunjuk dari RT/RW terkait pengamanan wilayah masing-masing," kata Arli Aditya parkesit, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Jumat, (10/04/2020).

Dissenting opinion atau perbedaan pendapat terhadap ketentuan atau kebijakan pemerintah harap serahkan ke ahlinya, seperti pakar epidemiology/public health, dokter spesialis penyakit dalam dan paru, maupun ilmuwan yang bekerja di bidang terkait virologi seperti molecular pharmacology, biomedik dan bioinformatics.

"Kami para bioinformatisi percaya bahwa segala sesuatu harus diserahkan pada ahlinya. Pemerintah dan swasta sudah membuka lowongan untuk volunteer terkait pengembangan diagnostic COVID-19, yang akan sangat baik jika diikuti oleh semua pihak terkait," tambahnya.

Masih menurutnya, pihaknya sudah punya konsorsium keilmuan bioinformatika, yaitu MABBI (Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia).

"Dan konsorsium kami sekarang bekerja penuh waktu secara kolaboratif untuk menemukan metode diagnostic, pengobatan, dan pencegahan," ujarnya. (Inilahcom)