Ilmu yang Paling Dicari: Seni Menjadi Bahagia

Ilmu yang Paling Dicari: Seni Menjadi Bahagia
ilustrasi

KAJIAN-KAJIAN bagaimana cara bahagia menjadi kajian favorit abad ini. Matakuliah khusus tentang kebahagiaan di beberapa perguruan tinggi pun ramai peminat. Buku-buku dalam berbagai bahasa disusun menyemarakkan kajian bahagia ini.

Bahkan, penelitian tentang bahagia dan cara mendapatkannya tidak pernah berhenti sampai kini. Apa makna dari semua ini? Jawabannya adalah bahwa bahagia itu tersembunyi, karenanya maka dicari, bahwa bahagia itu ada di suatu tempat jauh di luar diri, makanya dikejar. Kira-kira begitu di benak sebagian orang.

Sebagian orang mencari bahagia dalam lagu-lagu yang didendangkan yang dianggapnya mewakili kodisi jiwanya. Beberapa orang mencari bahagia dalam kegiatannya berolahraga yang dianggapnya menjadi sebab dirinya sehat. Beberapa orang ada yang mencari bahagia dengan travelling dan shopping, jalan-jalan dan belanja yang dianggapnya cara jitu mengusir bosan. Ada pula yang mencari bahagia melalui menonton tontonan dan bercanda ria dengan teman serta komunitasnya.

Bagi yang memilih cara ramai untuk mendapatkan bahagia seperti disebut di atas, tinggal di rumah seperti masa-masa sekarang ini sugguh menggelisahkan, membuat sedih teriolasi sendiri, depresi dan stress. Pembatasan sosial begitu ketat, kontak fisik sangat dibatasi, biaya hidup menjadi masalah karena macetnya sumber penghasilan menjadikan sebagian orang putus asa, putus harapan, lalu semakin jauh dari zona bahagia.

Orang-orang bijak yang selama ini ditinggalkan dan dilupakan kembali menjadi rujukan untuk menemukan jawaban di mana sesungguhnya bahagia itu berada dan bagaimana cara menggapainya. Saat gelap, lampu dibutuhkan. Orang bijak adalah lampu yang biasanya hanya dinyalakan saat gelap dan dimatikan saat suasanya terang.

Sebagian orang bijak berkata: Engkau cari bahagia ke barat dan ke timur, namun engkau tak akan pernah menemukannya, karena bahagia itu sejatinya ada dalam dirimu." Inilah kebiasaan jelek kita, sibuk mencari yang di luar namun melupakan yang di dalam. Padahal yang di dalam itulah yang pasti selalu ada di dekat kita. Apa itu yang ada dalam hati kita? HATI kita.

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana caranya agar hati kita yang ada di dalam diri kita itu bahagia? Ada banyak jawaban. Saya sendiri memulai jawaban melalui status saya pagi hari ini: "Karena sering disebut bahwa hati yang gembira akan menyehatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh atas serangan virus dan penyakit, banyaklah orang mencari dan belajar CARA BAHAGIA.Menurut saya, mulailah dengan berbahagia hati menjadi hamba Allah yang beriman dan menjadi umat Rasulullah yang tunduk dan berbakti. Kebahagiaan ini akan mengundang hadir kebahagiaan-kebahagiaan yang lain."

Paka pakar alim nan shalih menyebutkan beberapa langkah utama lainnya, mulai dari menanamkan cinta mencabut benci, menebar manfaat dan membuang laknat, serta senantiasa bersyukur dan ridla atas segala ketetapan takdir.

Sepertinya tema ini terlalu luas untuk dijelaskan di ruang ini. Lebih dari itu biasanya para pembaca enggan membaca yang panjang, sehingga sering kali berkomentar atau mengirimkan respon cepat dan langsung tanpa membaca. Sudah membaca tuntas? Salam, AIM. (KH Ahmad Imam Mawardi]