Terapkan PSBB, Bupati Bogor Gandeng Polres dan Kodim Kota Depok

Terapkan PSBB, Bupati Bogor Gandeng Polres dan Kodim Kota Depok
Bupati Bogor Ade Yasin. (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor  - Jajaran muspika dan muspida maupun tim gugus tugas penangganan covud 19 Kabupaten Bogor terus membahas atau menggodok draft rancangan peraturan Bupati (Raperbup) Bogor tentang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Mulai dari pagi hingga sore tadi kami masih melakukan pembahasan draft Raperbup Bogor tentang PSBB, rapat ini juga dilakukan melalui video conference sebagai bagian dalam pelaksnaan physical distancing," ucap Syarifah Sopiah Dwikorawati juru bicara  tim gugus tugas penangganan covud 19 Kabupaten Bogor kepada wartawan, Sabtu (11/4).

Wanita yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) ini menambahkan dalam rapat, Bupati Bogor Ade Yasin yang langsung memimpinnya.

"Rapat video conferebce  tadi pagi sampai sore hari tadi dipimpin langsung oleh ibu Ade Yasin selaku Bupati Bogor sekaligus ketua tim gugus tugas penangganan covid 19,  kami membahas kesiapan masing masing divisi yang tergabung dalam gugus tugas ini," tambahnya.

Ifah sapaan akrabnya menuturkan untiuk pengaturan ketertiban dan keamanan, jajaran Pemkab Bogor mendapatkan masukan dari Kapolres Bogor dan Komandan Kodim 0621 akabupatrn Bogor.

"Selain berkordinasi dengan Polres Bogor dan Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor juga akan berkordinasi dengan Polres Depok Kota dan Kodim 0508 Kota Depok, hal itu karena
beberapa wilayah masuk penanganan mereka,: jelas Ifah.

Selain Muspika dan Muspida, jajaran Pemkab Bogor jelas anak mantan Bupati Bogor Ayip Rughby juga mendapatkan masukan ide dari Rektor IPB terkait kesiapan laboratarium IPB dan juga masukan dari MUI Kabupaten Bogor tentang pelaksanaan ibadah sholat tarawih dan juga sholat Ied Fifri.

"Banyak hal yang harus kuta siapkan karena Kabupaten Bogor berbeda dengan kabupatenatau kota lain disekitarnya, seperti luasnya cakupan wilayah yang luas dan umlah penduduknya yang terbanyak seIndinesia," jelasnya.

Ifah melanjutkan penerapan PSBB ini akan dimatangkan dl segala sesuatunya termasuk perbup, sosialisasi sebelum hal tersebut diterapkan dan kesepakatan PSBB dengan daerah lainnya.   

"Untuk waktu penerapan PSBB menunggu keputusan Ibu Bupati Ade Yasin, untuk kesiapan anggaran beberapa diantaranya sudah kami siapkan, seperti untuk social safety nett baik dari pusat, propinsi dan kabupaten.   Selain itu pembiayaan pengawasan juga sudah dialokasikan di perubahan parsial Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020," lanjut Ifah. (Reza Zurifwan)