Duh, Omzet Pelaku Usaha Batik di Lebak Anjlok Diterjang Covid-19

Duh, Omzet Pelaku Usaha Batik di Lebak Anjlok Diterjang Covid-19
(Antara Foto)

INILAH, Lebak- Omzet para pelaku usaha batik Lebak sejak sebulan terakhir ini menurun drastis, karena permintaan pasar mulai lesu akibat merebaknya wabah virus corona jenis baru (COVID-19).

"Kami sekarang diperkirakan omzet penjualan turun mencapai Rp10 juta atau 90 persen dari sebelumnya Rp100 juta/bulan," kata Umsaroh, seorang perajin Batik Lebak Chanting Pradana di Lebak, Sabtu (12/4/2020).

Menurunya omzet itu, menurut dia, tentu berpengaruh terhadap produksi karena permintaan batik Lebak chanting pradana tampak sepi akibat penyebaran COVID-19 tersebut.

Biasanya, kata dia, permintaan batik Lebak untuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan sekretariat pemerintah daerah, BUMN dan pelajar.

Namun, saat ini permintaan batik menurun drastis hingga 90 persen.

"Kami merasa bingung menurunya omzet ini, sehingga kesulitan untuk melunasi angsuran bulanan di bank," katanya menjelaskan.

Menurut dia, dirinya juga memiliki pegawai sebanyak 50 orang dan terpaksa dirumahkan terlebih dahulu, sebab tidak mampu untuk membayar upah.

Kemungkinan setelah darurat corona dicabut pemerintah, dipastikan perekonomian akan kembali pulih dan mereka bisa bekerja lagi.

Para pekerja batik chanting pradana itu kini menganggur akibat sepinya permintaan pasar, baik lokal maupun luar daerah.

"Kami memproduksi batik itu menembus pasar luar Pulau Jawa," kata Umsaroh.

Begitu juga Yusuf, seorang pelaku usaha batik Lebak mengaku bahwa dirinya sudah dua pekan terakhir ini tidak memproduksi akibat sepinya permintaan pasar.

Selain itu juga omzet penjualan menurun drastis, sehubungan merebaknya penyebaran COVID-19.

Bahkan, para pekerjanya terpaksa dirumahkan karena tidak mampu membayar upah pekerja itu.

"Kami berharap wabah penyebaran corona segera berakhir dan kembali ekonomi normal," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Siti Samsiah mengatakan pihaknya kini tengah melakukan pendataan para pelaku usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) yang terdampak,termasuk pelaku usaha batik, akibat penyebaran COVID-19.

Pendataan pelaku UMKM itu sebanyak 10.000 unit akan diajukan ke Pemerintah Provinsi Banten.

"Kami berharap pelaku UMKM itu kembali pulih sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat dan penyerapan lapangan pekerja," katanya. (Antara)