Gegara Covid-19, 2.539 Calon Jamaah Haji Kabupaten Bandung Terancam Batal Berangkat

Gegara Covid-19, 2.539 Calon Jamaah Haji Kabupaten Bandung Terancam Batal Berangkat
net

INILAH, Bandung - Pandemi Covid-19 berdampak pada rencana perjalanan ibadah haji 2.539 orang warga Kabupaten Bandung. Meski proses administrasi dan pembayaran tetap berjalan, namun hingga saat ini tak ada kepastian waktu keberangkatan.

Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bandung Isak Asnawi mengatakan, hingga saat ini proses pelunasan dan pembuatan paspor untuk haji masih tetap berjalan. Namun demikian, pihaknya tidak dapat memastikan waktu keberangkatan yang semesti dijadwalkan pada Juni mendatang.

"Proses terus berjalan meskipun dalam kondisi tidak normal, tetap kami proses. Sampai saat ini yang sudah pelunasan kurang lebih 1.750an orang dari total calon jamaah haji Kabupaten Bandung sebanyak 2.539 orang," kata Isak, Minggu (12/4/2020).

Dia menyebutkan, selain belum ada kepastian dari pemerintah kerajaan Arab Saudi, proses haji ini juga terganjal dengan dihentikannya sementara proses pemeriksaan kesehatan (istitoa) calon jamaah haji di Dinas Kesehatan. Sehingga, proses pelunasan calon jamaah haji ke bank pun tak dapat diproses.

"Karena istitoa ini sistemnya link ke bank. Kalau sudah mengikuti istitoa maka sistem pembayaran si bank otomatis terbuka. Kalau enggak ada istitoa yah enggak bakal bisa bayar pelunasan ke bank," ujarnya.

Isak menjelaskan, karena sedang dalam kondisi darurat wabah virus corona. Maka kegiatan manasik haji pun dilaksanakan secara online. Dengan mengakses situs Kemendag RI, calon jamaah haji akan mendapatkan panduan atau tata cara pelaksanaan ibadah haji.  Sampai sejauh ini, pelaksanaan manasik online ini tidak mengalami kendala.

"Alhamdulilah enggak ada kendala, karena kebanyakan calom haji itu berangkat dari KBIH. Jadi KBIH yang membimbing. Begitu juga dengan calon haji mandiri, rata-rata mereka sudah mengerti kok," ujarnya. 

Isak melanjutkan, untuk pelayanan haji di Kantor Kemendag Kabupaten Bandung sendiri masih berjalan seperti biasanya. Namun memang ada pembatasan pelayanan karena semua pegawaipun bekerja bergiliran.

"Tapi sebenarnya kalau untuk pelayanan haji enggak ada perubahan. Karena memang setiap hari juga pelayanan pendaftaran haji itu per harinya dibatasi hanya lima orang," katanya. (Dani R Nugraha)