Bapenda Kota Bogor Berikan Relaksasi Pajak

Bapenda Kota Bogor Berikan Relaksasi Pajak
istimewa

INILAH, Bogor - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor melakukan relaksasi pajak bagi dunia usaha berupa penundaan jatuh tempo pembayaran. Relaksasi pembayaran pajak ini dilakukan untuk meringankan beban pelaku usaha yang juga terdampak dari wabah virus corona atau Covid-19. 

Sekretaris Bapenda Kota Bogor Lia Kania Dewi mengatakan, Peraturan Wali Kota Bogor No 20/2020 bagi pajak restoran, hotel, hiburan, dan parkir yang diterbitkan itu sebagai stimulus atau keringanan bagi dunia usaha terutama restoran, hotel, hiburan, dan parkir.

"Pelaku usaha setiap tanggal 15 seharusnya membayar pajak. Jadi, kami berikan relaksasi pembayaran jatuh tempo hingga 30 Juni," ungkap Lia kepada INILAH, Minggu (12/4/2020).

Lia melanjutkan, selain itu ada juga surat edaran dari Kemendagri untuk memberikan stimulus kepada dunia usaha berupa keringanan, pengurangan serta permohonan dari PHRI, para wajib pajak dan banyak pihak yang mengajukan permohonan agar memberikan keringanan pembayaran.

"Akhirnya pak wali pada waktu itu memerintahkan Bapenda untuk mengkaji apa stimulus yang bisa diberikan kepada dunia usaha yang bisa dikeluarkan dengan segera, salah satunya stimulus yang diberikan berupa penetapan tanggal pembayaran. Jadi, kewajiban wajib pajak dari Maret, April dan Mei bisa dibayar hingga 30 Juni 2020," terang Lia.

Lia memaparkan, relaksasi pembayaran ini tidak menghilangkan kewajiban wajib pajak untuk membayar tetapi hanya menunda.

"Karena kalau menghilangkan kewajiban wajib pajak harus melalui Perda dan lebih panjang lagi prosesnya," papar wanita berkacamata itu.

Lia membeberkan, untuk target dari pajak daerah tahun 2020 sebesar Rp733 miliar. Sementara, kontribusi pajak dari hotel, restoran, hiburan dan parkir sebesar Rp310 miliar atau sebesar 40-45 persen dari pajak daerah.

"Ya, kami sudah coba menghitung, tapi belum diekspose, hitungan kami masih di tingkat TAPD. Pasti akan ada dampak, lihat saja kondisi hotel, parkir dan tempat hiburan sepi," paparnya. (Rizki Mauludi)