Gegara Covid-19, Karyawan Taman Satwa Cikembulan Dirumahkan

Gegara Covid-19, Karyawan Taman Satwa Cikembulan Dirumahkan
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Sejak aktivitas kunjungan wisatawannya ditutup pada 17 Maret 2020 menyusul darurat pandemi Covid-19, Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut kini hanya bisa memokuskan kegiatannya pada perawatan koleksi satwa berikut lingkungan kandangnya.

"Aktivitas utama kita sekarang hanya merawat satwa, mulai pemberian pakan, cek kesehatan, dan penyemprotan kandang satwa dengan lokasi sekelilingnya," kata Manajer Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut Rudy Arifin, Minggu (12/4/2020).

Lembaga konservasi satu-satunya di Jawa Barat itu bahkan terpaksa merumahkan sebagian besar karyawannya.

Hal itu dilakukan karena Taman Satwa Cikembulan sama sekali tidak mendapatkan penghasilan dari pengunjung untuk membiayai keseluruhan operasional dan gaji karyawan. Sedangkan kebutuhan pakan hewan terus berjalan, dan tidak bisa ditunda-tunda.

"Sebagian karyawan dirumahkan. Tetapi khusus keeper, kurator, dan tenaga medis masih masuk namun hanya setengah hari. Semuanya tinggal 16 orang," ujar Rudy.

Dia menuturkan, pihaknya tak bisa memasang target apa-apa dalam dua bulan ke depan, khususnya berkaitan dengan Idul Fitri yang biasanya merupakan salah satu puncak musim kunjungan wisatawan. Kendati penutupan Taman Satwan Cikembulan selama Ramadan sendiri merupakan hal biasa setiap tahunnya.

"Libur selama Ramadan itu sudah biasa, dan ada kejaran target liburan Idul Fitri. Tapi libur sekarang enggak tahu, kapan kodusifnya. Mudah-mudahan bisa segera normal kembali," harap Rudy.

Akan tetapi, lika darurat kesehatan akibat pandemi Covid-19 terus berlanjut hingga Taman Satwa Cikembulan pun tutup kegiatannya sangat lama, kata Rudy, bisa-bisa satwa-satwa milik negara yang dititipkan di Taman Satwa Cikembulan selama ini akan dipulangkan lagi ke negara.

Bukan hanya karyawan yang terdampak langsung akibat tutupnya Taman Satwa Cikembulan gegara pandemi Covid-19, banyak warga sekitar yang menggantungkan kehidupannya dari aktivitas Taman Satwa Cikembulan menjadi kehilangan mata pencaharian. 

Semisal para pedagang, dan pengelola jasa perparkiran. Juga mereka yang bergelut di bidang jasa angkutan penumpang menuju Taman Satwa Cikembulan. Mulai tukang ojek, delman, angkutan umum hingga angkutan pariwisata. (Zainulmukhtar)