Ridwan Kamil: Bandung Raya Ronde Kedua PSBB di Jabar

Ridwan Kamil: Bandung Raya Ronde Kedua PSBB di Jabar
net

INILAH, Bandung - Bandung Raya dipastikan menjadi kawasan selanjutnya di Jawa Barat yang bakal menerapkan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB). Rencananya, pengajuan akan dilalukan pada Rabu (15/4/2020) atau Kamis (16/4/2020) nanti.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya mengupayakan PSBB untuk Bandung Raya mengingat terdapat lompatan angka pasien Covid-19 atau Corona di Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Kapaten Bandung Barat (KBB) bahkan Sumedang. 

"Bandung raya ronde kedua PSBB," ujar Ridwan Kamil, Minggu (12/4/2020).

Diketahui, pihaknya akan mulai memberlakukan PSBB di Bogor Depok Bekasi (Bodebek) pada Rabu (15/4/2020) dini hari. Hal tersebut dipastikan setelah keluarnya persetujuan dari Menteri Kesehatan. 

Ridwan Kamil mengatakan, kendati jumlah kasus Covid-19 di Bandung Raya, khususnya Kota Bandung pun mengalami lompatan, namun tidak dapat dibandingkan dengan Kota Bogor. Mengingat Kota Bogor masuk dalam klaster dari Jabodetabek. 

"Jadi dihitungnya, kenapa didahulukan, karena masuk klaster 70 persen penyebaran covid itu ada di Jabodetabek," katanya. 

Emil -sapaan Ridwan Kamil-  mengakui, untuk kawasan Bandung Raya bukan tidak urgent walaupun masuk dalam ronde kedua untuk dilakukan PSBB. Namun, untuk Bodebek menjadi kosentrasi untuk memutus sebaran Covid-19 setelah DKI Jakarta pun menerapkan PSBB.  

"Kalau tidak ada halangan hari Rabu atau Kamis surat untuk Bandung raya bisa kirimkan bisa kita kirimkan degan prosedur yang sama selama kita juga melakukan review terhadap Bodebek. Jadi insya Allah makin hari prosesnya makin baik, makin cepat, dan makin disiplin," paparnya.

Lebih lanjut, Emil menyampaikan, terdapat tiga benteng pertahanan untuk menyikapi Covid-19. Benteng pertama adalahmelalui  pencegahan sosial distancing dan PSBB. Menurut dia, hal tersebut mudah dilakukan namun akan tersasa susah kalau kita tidak disiplin. Kalau jebol benteng pertama karena tidak disiplin masuklah benteng kedua  yaitu pelacakan di mana klaster klaster penyebaran virus. Bilamana benteng pelacakan gagal dan jebol baru benteng terakhir yaitu benteng  perawatan terhadap mereka yang sakit. 

Karena itu, dia berharap warga Jabar jangan sampai Covid-19 membobol benteng ke pertama dan lompat ke benteng ketiga dan orang sakit menjadi banyak dan kapasitas terbatas dan akhirnya mengalami kerepotan. 

"Kalau PSBB ini lancar akhir juni covid 19 bisa turun, tapi kalau tidak disipilin di PSBB ini kita khawatir covid 19 akan berlanjut di bulan berikutnya," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)