Bahagia di Tengah Keterbatasan

Bahagia di Tengah Keterbatasan
istimewa

HALIMATUS Sa'dihah, wanita terpilih yang menyusui Rasulullah berkomentar tentang masa kecil Sang Rasul: "Di malam-malam gelap itu, kami tak memiliki lampu yang menerangi selain WAJAHNYA."

Begitu beruntungnya Halimatus Sa'diyah terpilih menyusui manusia terbaik sepanjang zaman, yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Di tengah keterbatasan hidup di zaman itu, ada sumber bahagia hadir menerangi kegelapan, memaniskan kepahitan dan menyuburkan kegersangan.

Tak inginkah hidup kita menjadi tenang di tengah kepanikan? Tak maukah pikiran kita terang di saat dunia semakin gelap gulita? Tak hendakkah kita merasa damai di tengah kesemrawutan berita dan tatanan hamak jelas di depan mata? Hadirkan Rasulullah Sang Cahaya, sebutlah namanya dalam lantunan kalimat shalawat, ikuti sunnahnya dan petunjuknya.

Semakin kita jarang menyebut namanya dan semakin jauh hati kita dari mencintainya adalah tanda-tanda pasti semakin runyam dan kacaunya kehidupan kita. Sahabat dan saudaraku, sungguh hidup kita ini diatur oleh Allah. Allah mensyaratkan pembefian cinta dan ampunanNya kepada hambaNya dalam al-Qur'an dengan mengikuti Rasulullah. Renungkanlah nilai dan fungsi "hadirnya" Rasulullah dalam hidup kita.

Terangi hidup kami Ya Rabb dengan kehadiran Rasulullah SAW. Bimbing kami untuk selalu bisa mencintai dan meneladani beliau. Aamiiiin. Salam, AIM. [KH Ahmad Imam Mawardi]