InsyaAllah, Selama Tanggap Covid-19 Bahan Pangan di Purwakarta Aman

InsyaAllah, Selama Tanggap Covid-19 Bahan Pangan di Purwakarta Aman
ilustrasi distribusi pangan

INILAH, Purwakarta – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta, turut berjibaku melakukan serangkaian antisipasi supaya pasokan pangan di masa tanggap Covid-19 ini tetap aman. Beruntung selama ini, pemerintah daerahnya terus melakukan berbagai langkah strategis dalam memanfaatkan lahan pertanian di wilayah ini.

Kepala Dispangtan Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan memastikan, pasokan beras Purwakarta terjamin aman selama masa darurat corona. Optimistisnya itu bukan tanpa alasan, mengingat hampir setiap saat petani di wilayahnya melakukan panen.

“Alhamdulillah, petani di kita cukup produktif mengolah lahannya,” ujar Agus kepada wartawan, Senin (13/4/2020).

Agus menjelaskan, selama ini petani yang ada di wilayahnya terus didorong untuk segera melakukan tanam. Artinya, selama masih tersedia air untuk mengairi sawah, mereka harus terus produksi. Makanya, sejak beberapa tahun ini di Purwakarta tidak ada istilah tidak panen. Karena, hampir tiap hari petani di wilayah ini melakukan panen.

“Hingga Maret kemarin luas lahan sawah yang telah panen terakumulasi mencapai 7.317 hektare dari luas baku lahan pertanian yang mencapai 18 hektare. Lahan tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada,” jelas dia.

Agus menuturkan, pihaknya menargetkan di April ini luas lahan yang kembali panen bisa mencapai 5.100 hektare dan di bulan Juni 4.800 hektare. Sehingga, lahan sawah yang telah panen ini mencapai 16 ribu hektare terhitung sejak awal tahun ini.

“Melimpahnya hasil panen ini, bisa menjadi faktor pendukung ketersediaan pangan di Purwakarta meski ditengah wabah corona,” jelas dia.

Agus menambahkan, setiap tahun luasan panen di Kabupaten Purwakarta tidak kurang dari 40 ribu hektare. Artinya, dari luas baku lahan yang ada itu, bisa melakukan beberapa kali panen. Adapun hasil panen dari luasan tersebut, menurut Agus, dapat memenuhi kebutuhan konsumsi 945.654 jiwa penduduk setiap tahunnya.

“Kalau berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, hasil panen kita selalu surplus. InsyaAllah di tahun 2020 ini capaian luasan panen padi bisa sama, yaitu 40.000 hektare,” tambah dia.

Agus menambahkan, selama ini jajarannya terus mendorong pemanfaatan lahan kering untuk pengembangan bahan pangan lainnya. Karena, menrutunya, lahan tersebut cukup potensial untuk tanaman pangan lainnya. Semisal, jagung, kacang-kacangan, umbi-umbian dan lainnya. (Asep Mulyana)