Keamanan Wisatawan Jadi Prioritas Utama Pengelola Wisata di Purwakarta

Keamanan Wisatawan Jadi Prioritas Utama Pengelola Wisata di Purwakarta
istimewa

INILAH, Purwakarta – Wabah virus corona, sampai saat ini masih menjadi perhatian serius sejumlah Negara, tak terkecuali Indonesia. Sajuah ini, jajaran Pemkab Purwakarta pun turut berjibaku untuk melakukan serangkaian antisipasi guna menekan wabah Covid019 itu.

Melalui Bidang Pariwisata, Disporaparbud setempat, pemerintah saat ini gencar melakukan sosialisasi soal informasi dan antisipasi ke masyarakat terkait wabah virus tersebut. Dalam informasi yang dibungkus surat edaran itu, seluruh pengelola tempat wisata, termasuk tempat hiburan malam (THM) diminta untuk tutup sementara waktu.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Agus Hasan Sepudin menuturkan, keselamatan, keamanan dan kenyamanan wisatawan selama ini jadi agenda priotas jajarannya. Karena alasan itulah, pengawasan di berbagai sektor wisata menjadi hal penting. Apalagi, di tengah wabah corona seperti saat ini.

“Sebagai langkah antisipasi, kami melakukan penutupan sementara seluruh lokasi wisata termasuk THM yang ada sampai batas waktu yang tak ditentukan,” ujar Agus kepada INILAH, Senin (13/4/2020).

Agus menjelaskan, penutupan lokasi wisata ini akan terpaksa diperpanjang. Hal itu, merujuk pada keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) nomor 13.A tahun 2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah akibat virus corona di Indonesia.

“Jadi untuk sementara waktu, pengelola wisata, bioskop, pengelola THM, dan rumah makan diminta untuk tutup mulai dari 30 Maret hingga 29 Mei mendatang,” jelas dia.

Dalam imbauan yang dibungkus surat edaran itu juga meminta supaya pengelola hotel atau penginapan untuk menyiapkan fasilitas cuci tangan dan sabun antiseptic untuk pengunjungnya. Khususnya, di area toilet dan tempat makan. Termasuk memeriksa kondisi tubuh pengunjung dan karyawan dan memastikan kebersihan lokasi secara berkala.

Sementara itu, Kabid Pariwisata pada Disporaparbud Purwakarta, Irfan Suryana menambahkan sejak pertengahan bulan kemarin pihaknya telah mengintensifkan sosialisasi edaran tersebut. Pihaknya cukup mengapresiasi, karena para pengelola wisata cukup responsive untuk menjalankan edaran dari pemerintah ini. Bahkan, banyak di antaranya yang juga melaksanakan penyemprotan disinfektan di lingkungan mereka.

Irfan menuturkan, selama ini di wilayahnya terdapat 62 destinasi wisata. Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya merupakan lokasi wisata alam/buatan milik swasta. Selebihnya, adalah wisata religi dan kuliner. Hasil inventariasi jajarannya, dari 30 destinasi wisata alam ini hampir 90 persen di antaranya sudah berhenti beroperasi untuk sementara waktu.\

“Selain wisata alam, wisata kuliner dan religi pun sebagian sudah dikonfirmasi tutup selama tanggap covid-19,” jelas dia.

Menurut Irfan, hal ini dilakukan sebagai bagian dari antisipasi pemerintah untuk meminimalisasi penyebaran virus corona. Pihaknya berharap, seluruh pengelola wisata bisa menjalankan edaran tersebut demi kebaikan bersama.

Dia menambahkan, kedepan seluruh pengelola wisata wajib memperhatikan fasilitas kebersihan bagi pengunjungnya. Salah satu caranya, dengan menyiapkan tempat khusus cuci tangan berikut sabun antiseptiknya di beberapa titik lokasi wisata mereka.

“Jadi, sebelum masuk ke lokasi wisata, pengunjung wajib cuci tangan terlebih dahulu,” pungkasnya. (Asep Mulyana)