Sikap Kami: Jangan Biarkan Mereka Lapar

Sikap Kami: Jangan Biarkan Mereka Lapar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (istimewa)

TIDAK semua yang tinggal di Jawa Barat memiliki KTP Jawa Barat. Di antara yang tak ber-KTP Jawa Barat itu, tak sedikit pula yang hidupnya susah. Apalagi di tengah deru virus corona saat ini. Maka, janji Ridwan Kamil adalah kabar baik buat mereka.

Janji apa? Akan membantu mereka sebagaimana warga ber-KTP Jawa Barat di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tentu saja, ada jalur-jalur bantuan untuk mereka. Pentingnya, jangan biarkan mereka lapar.

Sejauh ini, dengan status tanggap corona yang masih bersifat pembatasan jarak fisik dan kegiatan berkumpul, sebagian mereka yang tinggal di Jawa Barat mengalami kesulitan. Terutama pekerja nonformal. Mengais rezeki menjadi sangat sulit, sementara karena persoalan administratif kependudukan, mereka tak mendapatkan bantuan apa-apa.

Penjelasan dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, bahwa untuk mereka pun akan ada bantuan, mudah-mudahan, bisa membuat mereka lebih tenang. Dengan kondisi yang sedikit terbantu, kita berharap pula mereka bisa menerapkan diam di rumah selama masa PSBB itu.

Tentu saja, bantuan semacam ini, akan menghadirkan banyak implikasi positif dalam perjuangan melawan corona. Pertama, tentu saja membuat situasi lebih kondusif. Terlebih lagi, setelah Bogor, Depok, dan Bekasi, Ridwan Kamil juga akan segera mengusulkan PSBB untuk kawasan Bandung Raya.

Kedua, imbauan Gubernur Jawa Barat agar perantau tak pulang dulu selama pandemik corona, dilakukan secara dua arah. Jabar tak hanya ingin warganya di perantauan pulang dengan risiko tinggi, tapi juga tak membiarkan perantau di Jabar pulang ke kampung halamannya dengan risiko yang sama tingginya.

Maka, setelah keputusan ini diambil, langkah-langkah berikutnya yang tak kalah penting adalah pendataan. Di sinilah banyak pangkal persoalan yang kemudian mengaburkan semua niat baik yang hendak dijalankan. Terjadi sedikit saja kesalahan, seolah-olah menafikan bantuan yang disalurkan.

Karena itu, kita berharap para perangkat terbawah, bergerak cepat, konkret, dan teliti, sehingga saudara-saudara kita itu, meski tidak ber-KTP Jawa Barat, jangan sampai kelaparan di tengah penerapan pembatasan berskala besar gara-gara corona. (*)