Terdampak Corona, Warung di Sepanjang Jalur Nagreg Sepi

Terdampak Corona, Warung di Sepanjang Jalur Nagreg Sepi
Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, tampak sepi. (rd dani r nugraha)

INILAH,Bandung - Arus lalu lintas di jalur selatan Nagreg, Kabupaten Bandung, hingga hari ini terpantau sepi. Wabah virus corona menjadi penyebab sepinya arus lalu lintas baik dari arah barat maupun dari timur.

Berdasarkan pantauan INILAH, arus lalu lintas di sepanjang jalur selatan Nagreg tepatnya di turunan Pos Tangan dan turunan Cikaledong, terpantau sepi. Kendaraan roda empat dan roda dua yang melintas terbilang sepi.

Deretan warung dan pemukiman penduduk di sepanjang Jalan Raya Bandung-Tasik di sekitaran Nagreg pun relatif sepi. Bahkan, sebagian warung penjaja berbagai makanan minuman yang biasanya ramai itu, sebagian besar tutup.

"Sudah hampir sebulan ini kendaraan yang lewat sepi. Baru kali ini saya melihat dan mengalami jalan di sepanjang Nagreg ini sepi seperti sekarang. Sampai sebagian besar warung di Lingkar Nagreg banyak yang tutup. Soalnya buka juga percuma kendaraan yang lewat juga jarang," kata Ai Nurjanah (55), salah seorang pemilik warung di turunan Cikaledong, Senin (13/4/2020).

Padahal biasanya, kata Ai, sepekan menjelang puasa arus kendaraan cukup padat. Karena banyak warga yang mudik ke kampung halaman untuk munggahan. Namun sayangnya, wabah pandemi virus corona telah mengubah Jalan Raya Nagreg yang biasanya hingar-bingar oleh kendaraan para pemudik, kini berubah menjadi jalanan yang sepi.

"Biasanya sepekan jelang tibanya bulan puasa seperti sekarang, jalanan ini selalu ramai. Para pedagang di sepanjang jalan ini sangat diuntungkan dengan banyaknya pemudik yang melintas. Kalau sekarang mah wah sepi, makanya warung di sini banyak yang tutup," ujarnya. (rd dani r nugraha)