Pernyataan Puskesmas Ciseeng Membuat Lega Masyarakat 

Pernyataan Puskesmas Ciseeng Membuat Lega Masyarakat 
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Ciseeng - Meninggalnya seorang  laki-laki berusia 48 tahun warga Desa/Kecamatan Ciseeng sempat membuat panik masyarakat sekitar. Pasalnya, korban sempat diduga meninggal dunia akibat penyakit jantung namun hasil swab yang keluar beberapa hari kemudian menyatakan pria malang tersebut meninggal dunia karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Sekitar 20an warga termasuk Kepala Desa Ciseeng Rahmat Buchory Muslim yang sehari sebelumnya melakukan tahlilan di rumah duka pun panik dan khawatir tertular wabah virus corona tersebut.

Beruntung, di tengah kepanikan itu Kepala Puskesmas Ciseeng Marlinah berinisiatif meminta kepastian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan mengecek kronologisnya. Hasilnya, dikarenakan almarhum tidak sempat dimandikan dan dimakamkan di Desa Ciseeng, Marlina memastikan warga sekitar tidak termasuk dalam orang dalam pemantauan (ODP).

"Walaupun proses pemakaman dilakukan seperti masyarakat umumnya, tetapi dikarenakan dimakamkannya tidak di ciseeng dan jenazah tidak dibawa atau dimandikan di Ciseeng maka yang perlu diisolasi hanya kontak erat yaitu keluarganya," ujar Marlinah kepada wartawan, Senin (13/4/2020).

Dia menambahkan, Kades Ciseeng Rahmat Buchory Muslim bersama puluhan warga lainnya yang ikut tahlilan dipastikan aman karena tidak ada kontak fisik dengan almarhum.

"Kades Ciseeng Rahmat Bukhari Muslim serta warga sekitar yang ikut tahlilan Insyaallah aman, kami dari pihak Puskesmas Ciseeng hanya akan melakukan rapid test Covid-19 ke pihak kekeluarganya seperti anak dan istrinya," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Kades Ciseeng Rahmat Buchory Muslim menghimbau agar masyarakat desanya tidak panik atas kabar yang berhembus. Dia mengajak agar warga tetap waspasa dan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Adanya kepastian kabar dari Puskesmas Ciseeng ini semoga tidak membuat masyarakat panik, namun saya menghimbau agar kita semua tetap waspada, melakukan PHBS, banyak istighfar dan berdoa kepada Allah SWT," ujarnya. (Reza Zurifwan)