RSUD Cileungsi Dapat Bantuan Ventilator, Patient Monitor, dan APD

RSUD Cileungsi Dapat Bantuan Ventilator, Patient Monitor, dan APD
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cileungsi - Salah satu penyedia jasa alat kesehatan yang enggan menyebutkan nama perusahaannya menyumbangkan 1 unit ventilator, 1 unit patient monitor, dan 500 pakaian alat pelindung diri (APD) kepada pihak RSUD Cileungsi. Peralatan itu akan digunakan pihak rumah sakit untuk merawat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Bantuan yang kami sumbangkan kepada pihak RSUD Cileungsi ini saya rasa luput dari perhatian padahal rumah sakit ini berpetensi akan merawat banyak pasien yang terkonfirmasi positif wabah virus corona," ucap pemilik usaha Eko kepada wartawan di RSUD Cileungsi, Senin (13/4/2020).

Dia menerangkan, ventilator dan patient monitor yang didatangkan dari Amerika Serikat ini bisa dipindah-pindah dan penggunaannya mulai dari bayi hingga lanjut usia.

"Ini bukan promosi, tetapi ventilator dan patient monitor ini portable dan multi fungsi hingga saya harapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor," terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi penyedia jasa atau kontraktor yang peduli terhadap bencana non-alam wabah virus corona.

"Ventilator dan patient monitor ini kalau ditotal harganya lebih dari Rp1 miliar hingga kami sebagai wakil rakyat sangat berterima kasih. Semoga langkah Eko bisa diikuti kontraktor atau asosiasi kontraktor lainnya di Bumi Tegar Beriman untuk turut peduli dalam penangganan wabah virus corona," ujar Rudy.

Direktur RSUD Cileungsi Wiwik Wahyuningsih menuturkan, bantuan berupa ventilator, patient monitor, dan pakaian APD ini sangat dibutuhkan karena pasien yang terkonfirmasi pisitif Covif-19 kerap mengalami gagal nafas sebelum akhirnya meninggal dunia.

Dia melanjutkan, untuk menanggani pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu pihaknya menurunkan semua personel yang dimiliki. Itu terdiri dari 32 dokter spesialis, 36 dokter umum, 168 perawat/bidan, 13 radiografer, 15 analisis laboratarium, 3 analisis bank darah, 2 ahli kesehatan lingkungan, 5 rehab medik, 21 ahli kefarmasian, 1 elektromedis, dan 4 nutrisionis. Mereka diakuinya kini dalam kondisi siap siaga darurat.

"Untuk mengurangi resiko penyebaran wabah virus corona, kami pun sudah melakukan limitasi akses masuk satu pintu, wajib memakai masker, cuci tangan dengan sabun, pengukuran suhu tubuh, limitasi jumlah kunjungan hingga meniadakan jam besuk," lanjutnya. (Reza Zurifwan)