Pengamat Sebut Pemerintah Sudah Antisipasi Cegah Kolapsnya Ekonomi RI

Pengamat Sebut Pemerintah Sudah Antisipasi Cegah Kolapsnya Ekonomi RI

INILAH, Kupang- Pengamat Ekonomi dari Universitas Artha Wacana atau Unkris Kupang NTT Fritz Fanggidae menilai bahwa pemerintah sudah melakukan langkah-langkah antisipasi mencegah kolapsnya perekonomian bangsa ini di tengah seranganwabah Virus Corona baru atau COVID-19.

"Saat ini pemerintah Indonesia melalui kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah membuat berbagai langkah-langkah antisipasi untuk mencegah jangan sampai nanti perekonomian kita hancur di tengah serangan COVID-19 ini," katanya kepada ANTARA di Kupang, Senin.

Ia mengatakan hal ini berkaitan dengan banyaknya kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat terkait dengan perekonomian Indonesia akibat COVID-19.

Fritz mengatakan bahwa salah satu kebijakan yang sudah diterapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani anta lain penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor waktu 50 tahun.

"Penerbitan surat berharga negara itu sebenarnya salah satu cara yang dipakai oleh pemerintah untuk menyanggah kebutuhan atau menyanggah perekonomian kita jika serangan COVID 19 ini berlanjut terus," tambah dia.

Selain itu juga penerbitan SBN dengan tenor waktu selama 50 tahun juga adalah langkah jangka panjang yang menurut dia perlu diapresiasi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Meskipun diakuinya perekonomian nasional saat ini menurun.

"Tetapi saya sendiri yakin bahwa pemerintah kita melalui Menteri Keuangan sudah menyiapkan beberapa strategi," tambah dia.

Sementara itu pengamat ekonomi dari Universitas Widya Mandira (UNWIRA) Adri Jousewa justru mengkhawatirkan jika ancaman COVID 19 ini tidak segera berakhir dikhawatirkan kelak akan berdampak pada pengusaha-pengusaha kecil di daerah.

"Memang sudah ada alokasi dana dengan jumlah yang besar untuk membantu masyarakat, namun apakah pemerintah mampu seperti itu terus, sebab kita tidak tahu sampai kapan hal ini akan berakhir, " tutur dia.

Satu-satunya cara kata dia untuk mencegah ancaman itu adalah masyarakat mengikuti imbauan dari pemerintah untuk tetap berada di rumah dan tidak kemana-mana kalau tidak penting.