Puluhan Ribu Tes PCR Segera Digunakan di Jabar

Puluhan Ribu Tes PCR Segera Digunakan di Jabar
Istimewa

INILAH, Bandung- Masyarkat Jawa Barat yang terindikasi positif Covid-19 berdasarkan Rapid test dipastikannya segera melakukan pengetesan melalui test kit metoda PCR. Di mana saat ini terdapat puluhan ribu test kit metoda PCR yang masih tersimpan di gudang. 

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daud Achmad mengatakan, puluhan ribu test kit tersebut sudah diminta segera digunakan.

"Bagi yang (terindikasi) positif (berdasarkan rapid test) akan dilanjutkna dengan PCR SWAB,” ujar Daud, Senin (13/4/2020).

Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, distribusi alat rapid test sudah mencapai sekitar 75 ribu unit. Dari jumlah itu, yang sudah digunakan dan terdata sebanyak 51.836 unit, 1.190 orang di antaranya terindikasi positif.

Pak Gubernur juga menyampaikan kepada satgas segera melakukan tes. Selama ini masih ada alat tes yang masih di gudang. Rapid tes ada 24 ribu unit, PCR 20 ribu unit, harus segera digunakan. Sasarannya kepada orang yang terscreening, dia adalah prioritas yang medapat PCR,” ia melanjutkan.

Di luar data rapid test, sejak pandemi virus covid-19 terjadi, per hari Senin (13/4/2020) siang, sudah ada 450 orang yang dinyatakan. Dari jumlah itu, ada 43 yang meninggal dunia, sedangkan yang sembuh 13 orang.

Sementara itu, orang yang berstatus pengawasan total 2.466 orang. dari jumlah itu, yang sudah menyelesaikan masa pengawasan sebanyak 1.106 orang. artinya, yang masih dalam pengawasan sebanayk 1.360 orang. Kemudian, yang masuk kategori dalam pemantauain ada 31.926, kemudian yang sudah selesai 17.022, sisanya 14.094 masih dalam pemantauan.

“Artinya di wilayah Jabar masih perlu ditingkatkan social distancing, pemakaian masker, cuci tangan masih harus disosialisasikan. Masih harus terus diedukasi. Kalau tidak dilakukan, potensi untuk virus ini menyebar masih besar,” kata dia.

Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan tes masif akan terus dilalukan. Minggu lalu, kapasitas untuk tes SWAB yang maksimal hanya 140 pengetesan, mulai minggu ini bisa sampai 1.200 pengetesan.

“Alat yang dibeli oleh APBD provinsi sudah datang dari Korea Selatan ditambah ada hibah dari Unpad maka pengetesan swab perhari bisa 1.200 dan ada tambahan jumlah yang sama ada hibah dari Kementerian BUMN yang akan menyumbangkan PCR mesin dari Swiss itu kita akan tempatkan di Pantura,” kata dia di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Namun, Emil -sapaan Ridwan Kamil- meminta tes masif ini diiringi dengan kedisiplinan kedisiplinan masyarakat menjalankan social distancing. Indikatornya, sejauh ini belum ada penularan virus covid-19 kepada anak sekolah.

“Hampir tidak ada anak-anak sekolah di Jabar yang kena COVID-19, kenapa? Karena mereka ternyata kelompok yang paling disiplin, diam di rumah, ikut arahan gurunya tidak ke mana-mana, nah ini menunjukkan kuncinya memang semakin kita disiplin maka semakin covid-19 jauh dari kita,” pungkasnya. (riantonurdiansyah)