PSBB Ditegakkan, Pemkot Bogor Bangun 11 Titik Check Point

PSBB Ditegakkan, Pemkot Bogor Bangun 11 Titik Check Point
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Pemerintah (Pemkot) Bogor berkoordinasi dengan DPRD Kota Bogor untuk persiapan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Senin (13/4/2020) sore WIB.

DPRD Kota Bogor menyetujui langkah Pemkot Bogor setelah mendapatkan restu dari pemerintah pusat, dengan catatan harus ada penegakan aturan. Selain itu diketahui akan ada 11 check poin untuk pemeriksaan di wilayah Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, setelah rapat dengan DPRD Kota Bogor, DPRD mendukung penuh kebijakan atau langkah dari Pemkot Bogor menerapkan PSBB. Tetapi harus didukung ysecara penuh apapun poin-poin yang ada di dalam hal ini.

"Kemudian dari pesan dari dewan yang diwakili pimpinan dewan adalah harus bisa dipastikan bahwa penegakannya juga ada. Jadi bukan hanya perwaliannya saja terbit, tetapi upaya penegakannya juga ada penegakan aturan maupun hukum kebudayaan. Antara lain bisa ditegakkan dari KUHP," ungkap Dedie kepada wartawan pada Senin (13/4/2020) sore.

Dedie melanjutkan, semisal kerumunan massa itu bisa dilakukan pembubarannya kemudian juga ada juga tipiring nya. Termasuk kalau apa namanya upaya misalnya nanti kalau yang memang bandel, bisa dicabut izinnya.

"Jadi ada sanksi tipiring, denda, pindana dan pencabutan izin. Denda nominalnya Rp100 juta. Artinya apapun langkah-langkah yang harus atau bisa diambil akan kami tempuh dalam rangka menegakkan aturan. Kurang lebih sama dengan DKI Jakarta," terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, Dinas Perhubungan dan Polresta Bogor Kota akan memberlakukan check point atau pemeriksaan di sejumlah ruas jalan di Kota Bogor. Sebanyak 11 check point ini dibangun untuk mengawasi jalannya PSBB. Ada enam titik check point berada di jalur protokol dengan volume lalu lintas padat meliputi Bubulak, Ciawi, Simpang Yasmin, Simpang Pomad, di Jalan KS Tubun tepat di bawah flyover Bogor Outer Ring Roud (BORR) dan pintu keluar masuk Tol Jagorawi tepatnya di depan Terminal Baranangsiang.

"Enam sekat tipe B ini merupakan hasil kontigensi rencana Polresta Bogor Kota. Kemudian lima titik pemeriksaan berada di Simpang Batutulis, Simpang Empang, Simpang Gunung Batu, Simpang Air Mancur, dan Simpang RSUD Jalan Raya Cilendek. Pos pengecekan ini untuk membatasi pergerakan kendaraan dan orang masuk atau ke luar kota. Check point ini ruas jalan kecil dengan arus lalu lintas padat," terangnya.

Eko memaparkan, meski demikian, masyarakat masih bisa melintas, namun ada beberapa aturan terkait transportasi umum maupun untuk kendaraan pribadi selama PSBB diterapkan. Untuk kendaraan pribadi, dalam satu kendaraan roda empat atau lebih, jumlah penumpang yang bisa naik bersamaan adalah 50 persen dari kapasitas kursi yang ada.

"Untuk angkot nanti yang beroperasi hanya sebanyak 30 persen. Tapi itu atas keinginan mereka. Sedangkan untuk kendaraan roda dua, warga hanya bisa berboncengan jika memiliki alamat dan tujuan yang sama. Ojek online pun hanya diperbolehkan mengangkut barang atau pesanan makanan. Bila melanggar aturan kena sanksi pidana sesuai dengan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan," kata Eko.

Eko menegaskan, pada saat pemeriksaan, Dishub akan melibatkan TNI/Polri, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP. Petugas akan berjaga di pos check point selama 24 jam.

"Nanti dibagi dua shift. Untuk Dishub sendiri ada 160 personil yang akan diterjunkan," pungkasnya. (Rizki Mauludi)