Aksi Simpatik Mantan Geng Motor di Tengah Pandemi Covid-19

Aksi Simpatik Mantan Geng Motor di Tengah Pandemi Covid-19
istimewa

INILAH, Bandung- Keberadaan geng motor di Bandung mulai dirasakan masyarakat ketika mulai bertransformasi menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas). Seperti yang dilakukan XTC Cijerah. 

Di saat pandemic covid-19, ormas berbendera putih, biru muda, dan biru ini menggelar aksi simpatik di wilayah Kecamatan Bandung Kulon.


Ketua XTC Cijerah Ilham Taufik mengatakan, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian masker secara gratis kepada masyarakat sekitar. Aksi simpatik bertema ‘Dari kami untuk masyarakat’ ini digelar selama 4 hari, mulai Kamis-Minggu (9-12/4/2020).


“Sekarang waktunya pas. Kita peduli kondisi bangsa ini, bukan untuk mencari muka. Kami membantu pemerintah dan polisi dengan aksi nyata dalam mencegah covid-19. XTC yang sebelumnya identik geng motor, sekarang bertransformasi menjadi ormas. Alhamdulillah kita tebarkan virus positif. Semoga virus corona ini cepat teratasi,” kata Ilham yang akrab disapa Ayong belum lama ini.

Menurut Ilham, dalam kegiatannya, ada 20 anggota XTC Cijerah yang terjun langsung melakukan penyemrotan dan pembagian masker. Aksi tersebut didampingi staf pemerintahan Kecamatan Bandung Kulon dan Polsek Bandung Kulon.

“Polsek mengizinkan 20 anggota XTC yang ke lapangan karena menjaga social distancing. Lalu dibagi tim yang masing-masing terdiri 4 orang. Alatnya pinjam dari kecamatan dan cairan disinfektannya dari Peta Jabar,” ujarnya.

Ilham menuturkan, XTC juga menggelar beberapa kegiatan, seperti sedekah nasi bungkus, bakti sosial berupa bersih-bersih jalan setiap minggu.

“Semua anggaran kegiatan berasal dari patungan member XTC,” katanya.

Relawan Peta Jabar Donny Dwi Setia mengatakan, pihaknya memang memiliki program pemberian cairan disinfektan gratis kepada masyarakat. Karena itu, organisasi ataupun individu bisa memanfaatkannya dengan mendatangi Posko Peta Jabar di Jalan Van Deventer No 14, Kota Bandung.

“Ini kepedulian Peta Jabar kepada masyarakat terkait virus covid-19. Masyarakat ada kekhawatiran terhadap reaksi kimia dari cairan disinfektan. Tetapi kami spesifik membuat disinfektan yang ramah lingkungan, dari bahan herbal,” jelasnya.

Donny menyatakan, pihaknya sudah melakukan pengkajian dan pengujian selama seminggu sebelum dibagikan kepada masyarakat, seperti kepada XTC Cijerah. Peta Jabar akan terus memproduksi cairan disinfektan herbal karena permintaan cukup tinggi.

“Kita buat dari sereh wangi, disuling, difermentasi, menjadi antiseptic. Alkoholnya juga dari permentasi singkong. Artinya tidak ada bahan kimia. Hanya kita punya keterbatasan di alat semprot, jadi alatnya harus disediakan masyarakat. Bisa pinjam, tetapi ada penjadwalan,” kata Donny.