Gangguan Tidur Memiiki Efek yang Meliputi Dampak Fisik 

Gangguan Tidur Memiiki Efek yang Meliputi Dampak Fisik 
istimewa

INILAH, Bandung - Situasi Pandemik COVID-19 yang semakin meningkat di Indonesia dan di seluruh dunia, Banyaknya informasi tentang masalah kebijakan pembatasan mobilitas, bekerja di rumah/work from home (WFH), belajar di rumah/learn from home (LFH) dan lainnya membuat orang harus beradaptasi dengan perubahan situasi dan rutinitas yang dilakukan secara cepat dan seketika.


Hal ini menimbulkan perasaan tertekan (stres) dan kecemasan pada diri seseorang, adanya perubahan pola dan rutinitas hidup akan berdampak pada perilaku dan status emosi seseorang. Salah satunya gangguan tidur yang dialami oleh banyak orang pada minggu-minggu terakhir ini.

Dosen Departemen Psikologis Klinis, Fakultas Psikologi merangkap Direktur SDM Universitas Padjajaran (Unpad) Aulia Iskandarsyah mengatakan gangguan tidur memiiki efek yang meliputi dampak fisik seperti mengantuk, kelelahan dan tekanan darah tinggi.

"Dampak Kognitif rentang perhatian menjadi pendek, motivasi menurun, kurang bisa konsentrasi, dan mudah lupa. Dampak emosional mudah marah dan tersinggung, merasa tidak tenang/gelisah," ujar Aulia, Selasa (14/4/2020).

Dia menambahakan gangguan ini mungkin terjadi karena adanya perubahan pola hidup, misal kebijakan WFH mengganggu siklus tidur dan bangun seseorang. Yang tadinya terbiasa tidur jam sepuluh malam menjadi tidur tengah malam atau lebih larut, perubahan tersebut terjadi karena di pagi hari ia bangun lebih siang dan pada siang harinya ia memiliki banyak waktu untuk tidur siang.

Adanya kecemasan sebagai pemicu gangguan tidur, misal seseorang menjadi terobsesi untuk mencari informasi tentang COVID-19 dan merasa takut sekali jika dirinya kan terinfeksi virus tersebut. Hal ini membuat aktivitas otaknya tidak tenang sehingga sulit utuk beristirahat di malam hari.

Tips untuk mengatasi gangguan tidur tersebut adalah pertahankan waktu tidur optimal sebagaimana disarankan oleh WHO yaitu 7-9 Jam. Disiplin untuk menjaga waktu bangun dan waktu tidur tetap sama.

Jaga rutinitas sehari-hari meskipun sedang WFH/LFH, misal bangun pagi, kemudian mandi dan beraktivitas di jam yang biasa dilakukan jika bekerja atau bersekolah di pada situasi normal.

"Hindari tidur siang secara berlebihan. Batasi waktu melihat HP, Tablet, TV dan laptop. Hindari bekerja di kamar, pergunakan kamar hanya untuk istirahat saja dan bekerja di ruangan yang berbeda. Hindari mengkonsumsi Kopi terlalu banyak. Lakukan olahraga secara teratur dan konsumsi makanan sehat. Melakukan relaksasi pernafasan bisa membantu untuk tidur lebih cepat," tambah Aulia. (Okky Adiana).