Sebanyak  6.692 Pekerja Korban Covid-19 di Kab Bogor Akan Dapatkan Kartu Pra Kerja

Sebanyak  6.692 Pekerja Korban Covid-19 di Kab Bogor Akan Dapatkan Kartu Pra Kerja
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Data pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat penyebaran wabah virus corona (Covid 19) di Kabupaten Bogor mencapai 395 orang. Sementara itu, jumlah pekerja yang dirumahkan total 6.297 orang.

Dari 6.692 orang total pekerja yang diPHK atau dirumahkan oleh 87 perusahaan ini kemungkinan masih bisa bertambah karena penyebaran virus corona belum sampai di puncaknya, karena data ini terakhir diupdate oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) pada Jumat, (10/4) kemarin.

Oleh karena itu, Kepala Disnaker Kabupaten Bogor Rahmat Surjana meminta para manajemen perusahaan yang memPHK atau merumahkan karyawannya untuk segera melaporkan karena ribuan pekerja itu akan mendapatkan kartu pra kerja.

"Kami minta para manajemen perusahaan segera melapor berapa jumlah karyawan yang diPHK atau dirumahkan, nantinya data tersebut akan kami laporkan ke Pemprov atau Disnakertrans Jawa Barat selanjutnya mereka akan mendapatkan kartu pra kerja atau dalam hal ini bantuan sosial," pinta Rahmat kepada wartawan, Selasa (14/4).

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) ini menerangkan apabila perusahaan tidak melapor jumlah karyawan yang diPHK atau dirumahkan, maka itu merupakan kerugian bagi mantan karyawannya.

"Kartu pra kerja ini kan hak karyawan yang diPHK atau dirumahkan, jadi kami himbau agar manajemen perusahaan ikut peduli kepada keberlangsungan hidup para mantan karyawan," terangnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaker Budi Mulyawan menuturkan dari segi sektor, perusahaan yang memPHK atau merumahkan karyawannya terdiri beberapa sektor seperti pabrik garment, hotel, restauran dan lainnya.

"Penyebaran virus corona ini tidak hanya berimbas kepada satu sektor usaha saja tetapi hampir ke semua sektor, tapi ini baru data sementara hingga masih ada kemungkinan bertambah tergantung situasi kondisi masing - masing perusahaan," tuturnya.

Ia melanjutkan selain dibantu Disnaker untuk mendapatkan kartu pra kerja, para karyawan yang diPHK juga dibantu jajarannya untuk mendapatkan hak pesangon sesuai masa kerja atau peraturan atau perundang - undangan ketenaga kerjaan.

"Kalau karyawan yang diPHK kami akan bantu pastikan mereka untuk mendapatkan hak pesangonnya, sementara karyawan yang dirumahkan itu biasanya mereka masih mendapatkan hak upah mereka atau nilai upahnya disesuaikan dengan kemampuan perusahaannya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)