Via Vidcon, Mentan Cek Keamanan Produksi Jagung di Garut

Via Vidcon, Mentan Cek Keamanan Produksi Jagung di Garut
istimewa

INILAH, Garut-Guna memastikan ketersediaan dan pengamanan distribusi bahan pangan pokok khususnya jagung menjelang Ramadan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo melakukan pengecekan langsung ke salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Garut melalui video conference (vidcon) dengan Kepala Dinas Pertanian Garut bersama Dandim 0611 Garut, Selasa (14/4/2020).

Vidcon berlangsung di Desa Pangeureunan Kecamatan Balubur Limbangan yang memiliki lahan tanaman jagung seluas 641 hektare.

Melalui vidcon tersebut, Menteri Syahrul dapat melihat langsung kondisi ketersediaan komoditas jagung berikut stabilitas harganya di Kabupaten Garut. Menteri pun sempat mengingatkan Pemkab Garut agar memperhatikan kelancaran pendistribusian jagung yang umumnya untuk kebutuhan bahan pakan ternak dari petani ke pasar/pabrik pakan. Hal itu supaya tak terhambat dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di sejumlah daerah.

"Sebentar lagi kan Ramadan dan Idul Fitri, nah, di tengah darurat Covid-19 ini, Pak Menteri ingin mengetahui keadaan ketersediaan bahan pangan pokok beras dan jagung itu bagaimana. Garut dinilai mewakili gambaran dalam hal jagung. Garut kan penyumbang produksi terbesar jagung di Jawa Barat, sekitar 42 %, dan untuk nasional sekitar 15-20%. Makanya, Pak Menteri minta ditunjukkan kondisi sebenarnya di lapangan melalui vidcon itu. Beliau enggak mau hanya laporan di atas kertas," kata Kepala Dinas Pertanian Garut Beni Yoga Santika.

Beni memastikan produksi jagung di Garut aman, bahkan terbilang surplus bila dikaitkan dengan kebutuhan rata-rata konsumsi penduduk Garut. Gangguan hama ulat grayak yang sempat merajalela di awal musim tanam pun nyaris tak berpengaruh terhadap hasil produksi jagung.

"Pada saat vidcon dengan Pak Menteri, Kepala BPTPH (Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura) Jawa Barat Pak Ajat Sudrajat bahkan turun langsung ke lapangan untuk membuktikan keberhasilan kita mengatasi serangan hama ulat grayak itu," ujar Beni didampingi Sekretaris Haeruman dan Kepala Seksi Serelian Bidang Tanaman Pangan Endang Junaedi.

Berkenaan isu turunnya harga jagung di tingkat petani, Beni memastikan harga komoditas jagung di Garut stabil, berkisar Rp3.000-Rp3.800/kilogram (kg) berkadar air 16-20%.

"Adanya penurunan harga jagung di daerah lain itu bisa karena beberapa faktor. Misalnya jagung dihasilkan tak memenuhi standar dibutuhkan pembeli atau pabrik. Bisa karena kadar airnya tinggi, berjamur, atau pecah-pecah. Alhamdulillah ! Produksi jagung di Garut bagus. Makanya, harganya stabil bagus," kata Beni.

Sedangkan untuk pendistribusian jagung ke pabrik pengolahan pakan ternak, lanjut Beni, pihaknya bersama Kodim/0611 Garut, dan Polres Garut siap mengamankannya.
Hal itu diamini Dandim 0611/Garut Letkol Infanteri Erwin Agung TWA. Dia menegaskan jajaran TNI khususnya di Kodim 0611 Garut siap membantu melakukan pendampingan dan pengawalan distribusi jagung ini. Hal itu sudah biasa dilakukannya sejak penanaman termasuk saat pendistribusian benih bantuan Pemerintah.  

"Berkaitan banyaknya daerah yang melakukan PSBB karena Covid-19 serta menjelang Ramadan dan Idul Fitri, intinya kan yang dibatasi itu pergerakan manusianya, sedangkan untuk pendistribusian logistik pangan tetap harus berjalan, tak boleh terhambat. Ini yang menjadi perhatian kita sekarang," kata Erwin.

Perihal produksi jagung di Garut, Dinas Pertanian mencatat pada April 2020 ada sebanyak 5.313 hektar lahan jagung tersebar di 31 kecamatan dengan total produksi diperkirakan sebanyak 37.191 ton pipilan kering. Sekitar 60% di antaranya sudah dipanen, dan sisanya 40% (2.126 hektare) akan habis dipanen dalam dua pekan ke depan.
Pada Mei 2020, diperkirakan seluas 6.068 hektare lahan tanaman jagung tersebar di 34 kecamatan dipanen dengan produksi sekitar 42.476 ton pipilan kering.

Pada Juni 2020, diperkirakan seluas 6.351 hektare lahan tanaman jagung tersebar di 37 kecamatan dipanen dengan produksi sebanyak 47.760 ton pipilan kering.(zainulmukhtar)