Warga Kab Bogor Belum Dapat Bantuan? Bupati: Lapor ke Saya!

Warga Kab Bogor Belum Dapat Bantuan? Bupati: Lapor ke Saya!
Bupati Bogor Ade Yasin. (Reza Zurifwan)

NILAH, Bogor - Mulai hari ini hingga 14 hari kedepan, Kabupaten Bogor menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Banyak pembatasan yang pastinya mengekang warga. 

"Saya mengerti penerapan PSBB ini akan banyak menimbulkan masalah, sebab untuk sementara ini warga akan dibatasi pergerakannya. Tidak sedikit warga yang tidak bisa mencari nafkah seperti biasa, tidak bisa ngerumpi seperti biasa, tidak bsia bersilaturahmi dengan kerabat dan sanak saudara seperti biasa, bahkan sholat jumat ke masjid atau beribadah ke gereja seperti biasa pun tidak bisa. Kalau pun bisa harus melalui media komunikasi internet," kata Ade kepada wartawan.

Wanita berusia 51 tahun ini menerangkan  situasi semakin berat, karena dirinya juga tahu tidak sedikit warga Kabupaten Bogor yang dirumahkan atau bahkan di-PHK karena perusahaan tempatnya bekerja terimbas penyebaran virus corona (covid 19).

"Saya atau siapa pun sesungguhnya tidak ingin penerapan PSBB. Saya ingin warga Kabupaten Bogor lincah bergerak mencari nafkah, bersilaturahmi dan beribadah sebagaimana mestinya. 
Tetapi, saya harus melakukan PSBB karena faktanya sudah cukup banyak warga Kabupaten Bogor yang meninggal dunia karena virus corona," terangnya.

Ade menuturkan juga akibat virus corona, tidak sedikit yang masuk dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan tidak sedikit pula yang berada dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di sejumlah rumah sakit.

"Pemkab Bogor memang sudah mempersiapkan rumah sakit yang cukup kita diandalkan, terbukti sejumlah pasien positif corona sudah bisa disembuhkan. Tetapi jika pasien terus bertambah, maka rumah sakit dan tenaga medisnya tidak akan mencukupi," tutur Ade 

Dalam kesempatan ini Ia menjelaskan bahwa sumber penyebaran virus  corona di Indonesia berasal dari  DKI Jakarta, sementara kita di Kabupaten Bogor sangat berdekatan dengan DKI Jakarta, dan tidak sedikit warga Kabupaten Bogor yang bekerja di DKI Jakarta. 

"Karena itu saya sadar sesadar-sadarnya warga Kabupaten Bogor sangat rentan tertular virus corona dan yang tertular virus corona sekarang ini kebanyakan karena berinteraksi ke Jakarta.
Oleh sebab itulah dengan berat hati saya harus melaksakan PSBB, saya harus membatasi pergerakan warga agar untuk sementara tidak dulu bepergian, tidak dulu berkumpul, tahan dulu keinginan bersilaturahmi dengan sanak keluarga dan handai taulan dan lain sebagainya," jelasnya.

Dengan PSBB, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini ingin mengajak semua warga Kabupaten Bogor untuk saling menjaga, saling tidak menularkan  dan sama-sama memutus mata rantai penularan virus yang mematikan itu. 

"Tidak ada alasan lain bahwa pelaksanaan PSBB semata-mata untuk mencegah dan menghentikan penularan, dan memutus mata rantai penularan corona," sambung Ade. 

Pemkab Bogor dalam hal penerapan PSBB ini juga sudah menyiapkan bantuan sosial untuk warga yang mengalami kesulitan atau warga yang terdampak penyebaran virus corona. 

"Bantuan sosial itu dibagikan mulai hari ini kepada semua yang membutuhkan, dngan bantuan itu saya berharap warga Kabupaten Bogor tidak ada yang tidak makan, tidak ada yang kelaparan karena penerapan PSBB. Bagi yang belum mendapat bantuan sosial segera lapor ke Ketua RT  atau ketua RW atau bisa melapor langsung kepada saya. Oleh sebab itu saya minta tinggallah di rumah untuk sementara, berat memang, tetapi itu lebih baik daripada tertular corona lalu diisolasi di rumah sakit setelah tertular virus corona," tukasnya. (Reza Zurifwan)