Ridwan Kamil Berharap Masker dan APD dari Kab Bogor Penuhi Kebutuhan Indonesia

Ridwan Kamil Berharap Masker dan APD dari Kab Bogor Penuhi Kebutuhan Indonesia
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau PT. Multi One Plus di Desa Wanaherang, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Rabu (15/4/2020). (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau PT. Multi One Plus di Desa Wanaherang, Gunungputri, Kabupaten Bogor, perusahaan tersebut memproduksi masker bedah dan pakaian Alat Pelindung Diri (APD).

Kepada wartawan, Ia menyampaikan harapannya bahwa kebutuhan masker dan pakaian APD di Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat suatu hari bisa tercukupi dengan adanya perusahaan arau pabrik serupa.

"Di mulai dari Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat, saya mengharapkan produk masker dan pakaian APD dari Kabupaten Bogor dan daerah lainnya bisa memenuhi kebutuhan produk sama untuk seluruh wilayah Indonesia," kata Ridwan Kamil kepada wartawan, Rabu (15/4).

Suami dari Attalia Praratya ini menuturkan kepada pihak perusahaan yang memproduksi masker dan pakaian APD, dirinya meminta agar produk - produk mereka diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri.

"Kalau jumlah masker dan pakaian APD sudah tercukupi untuk kebutuhan dalam negeri, saya minta mereka boleh mengalokasikan untuk kebutuhan eksport. Permintaan saya sudah mereka laksanakan karena produk masker dan pakaian APD PT Multi One Plus sudah terjual kepada pemerintah pusat dan Pemkab Bogor," tutur Emil.

Mengenai adanya permintaan akan kebutuhan masker jenis N95 oleh pihak rumah sakit, ia mempersilahkan pihak rumah sakit atau pemerintah daerah untuk memintanya melalui aplikasi Pikobar yang sudah diluncurkan Pemprov Jawa Barat beberapa waktu lalu.

"Setiap hari kami mengirimkan kebutuhan masker N95 untuk rumah sakit yang menjadi ruma sakit rujukan perawatan pasien terkonfirmasi positif virus corona, kalau masih ada yang butuh silahkan memintanya melalui aplikasi Pikobar," paparnya

Ditempat yang sama, Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan dari 9 perusahaan atau pabrik di Bumi Tegar Beriman hanya 3 yang memproduksi masker bedah, sedangkan pabrik yang memproduksi pakaian APD itu jumlahnya cukup banyak.

"Kalau pabrik yang memproduksi pakaian APD itu lebih banyak ketimbang yang memproduksi masker bedah, kepada mereka kami minta untuk lebih memproritaskan penjualannya kepada masyarakat Kabupaten Bogor," jelas Ade.

Terpisah, Direktur RSUD Cileungsi mengungkapkan bahwa untuk pakaian APD, kaca mata dan lainnya untuk dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya di rumah sakit yang ia pimpin sudah mencukupi, namun jajarannya masih banyak membutuhkan masker N95.

"Saat ini dari beberapa APD, pakaian, kaca mata dan lainnya itu jumlahnya sudah mencukupi hingga dua minggu kedepan, saat ini kebutuhan kami akan masker N95 sangat mendesak karena jumlah persediaannya sudah menipis. Saya minta ada tambahan, karena pakaian APD, kaca mata dan lainnya tidak bisa melindungi dokter, perawat dan tenaga kesehatan dari penularan virus corona (covid 19)," ungkap Wiwik. (Reza Zurifwan)