Dedie Apresiasi Mentan Sediakan Pasar Mitra Tani di Bogor

Dedie Apresiasi Mentan Sediakan Pasar Mitra Tani di Bogor
(Foto: Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengapresiasi Pasar Mitra Tani Bogor besutan Badan Ketahanan Pangan pada Kementerian Pertanian yang menyediakan lebih dari 11 kebutuhan bahan pokok bekerjasama dengan layanan ojek daring (ojol).

Adanya pasar mitra tani Bogor ini untuk memudahkan warga dalam berbelanja memenuhi kebutuhan bahan pokok, khususnya hasil pertanian, di saat wabah Virus Corona (Covid-19) ini.

Diketahui pasar Mitra Tani Bogor di Jalan Tentara Pelajar, Cimanggu, Kota Bogor ini juga sudah ditinjau oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bersama Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko.

Dedie Rachim mengatakan, dirinya mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian dalam memudahkan warga mendapatkan kebutuhan harian, khususnya dari hasil pertanian dengan harga terjangkau. 

"Terlebih bisa dipesan menggunakan jasa ojek online. Jadi, seiring penerapan PSBB di Kota Bogor, warga bisa semakin dimudahkan," tuturnya pada Rabu (15/4/2020) pagi.

Sementara itu, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pasar mitra tani ini dalam rangka melayani masyarakat di tengah wabah Covid-19. Sebenarnya toko tani semacam ini sudah ada sejak lama.

"Tetapi ini kami optimalkan di seluruh Indonesia untuk menjawab tantangan masyarakat dan tantangan ekonomi dalam kondisi yang ada seperti ini," ungkap Syahrul.

Ia menjelaskan, penyiapan infrastruktur pemenuhan kebutuhan harian warga ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo yang ingin semua kementerian atau lembaga terlibat dalam menanggulangi wabah Covid-19 ini.

"Ya, ini hadir juga Wakil Wali Kota Bogor bersama kita saat peninjauan  TNI/Polri juga bersama-sama kita, kita berharap ojol dan lain-lain tetap bisa berjalan seperti apa adanya, tentu ada tantangannya. Tidak seperti dalam kondisi normal tapi minimal itu pertanda bahwa masih ada aktivitas," bebernya. 

Masih kata Syahrul, masalah pertanian adalah kebutuhan keseharian masyarakat. Tidak ada orang yang tidak butuh makan. Oleh karena itu di toko ini ada 11 komoditi, bahkan lebih karena ada ikan juga. 

"Ya, kami persiapkan untuk bisa menyambung antara kebutuhan warga dengan apa yang ada di sini," pungkasnya. (Rizki Mauludi)