Berdayakan Pelaku UMKM di Tengah Covid-19, Bupati KBB Dapat Apresiasi

Berdayakan Pelaku UMKM di Tengah Covid-19, Bupati KBB Dapat Apresiasi
Kabid UMKM Wewen Surwenda. (agus sn)

INILAH, Ngamprah - Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna mendapat apresiasi dari pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) Kabupaten Bandung Barat, Rabu (15/4/2020).

Seperti diketahui, sebagai bentuk kepedulian Bupati Bandung Barat terhadap kondisi ekonomi para pelaku usaha yang mengalami kesulitan di tengah pandemi virus corona disease (Covid-19) di wilayahnya. Bupati memberdayakan pelaku usaha untuk memproduksi 75 ribu masker untuk warga KBB.

Kabid UMKM Wewen Surwenda mengatakan, sebelum ada imbauan warga untuk menggunakan masker dari pusat, Bupati Bandung Barat sudah berinisiatif menginstruksikan Dinas UMKM untuk menyiapkan masker bagi warga KBB.

"Untuk pembuatan masker, disinfektan, dan APD itu diserahkan ke kita karena ingin memberdayakan UMKM di Bandung Barat," katanya kepada wartawan di rumah pelaku UMKM, Kampung Ngamprah Kidul RT01/02, Desa Ngamprah.

Wewen menuturkan, di masa pandemi Covid-19 ini, omzet para pelaku usaha menurun 80-90 persen dan hampir tidak ada pemasukan. Terutama, kata dia, pelaku usaha yang bergerak di bidang kuliner.

Sebenarnya, lanjut dia, program pembuatan masker tersebut menjadi taruhan, mampu atau tidak para pelaku UMKM membuat sebanyak 75 ribu masker. Ternyata, para pelaku mampu memproduksi sesuai dengan yang diharapkan bupati. "Kendala UMKM kan modal, namun seiring berjalan kami mendapat modal sebesar Rp80 juta untuk produksi masker ini," tuturnya.

Wewen menjelaskan, dalam prosesnya Aa Umbara terus memantau melalui Dinas UMKM berapa banyak masker yang diproduksi setiap minggunya. "Kami selalu berkoordinasi dengan UMKM di sini," jelasnya.

Wewen mengaku sangat mengapresiasi langkah dan kebijakan Bupati Bandung Barat kepada pelaku UMKM di KBB yang saat ini sedang mengalami krisis di tengah pandemi Covid-19.

"Tidak ada kata yang pantas diucapkan kepada Pak Bupati yang telah membantu UMKM di KBB, meski tidak besar ini dapat menyambung hidup mereka. Dengan adanya program ini, UMKM sangat terbantu di tengah kondisi seperti ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum UMKM KBB Prana Ajisasdara mengungkapkan, program yang dicanangkan Bupati sangat luar biasa. Di mana, kata dia, saat ini kebutuhan yang paling prioritas adalah masker.

Kepedulian Aa Umbara membagikan masker kepada masyarakat serta memberdayakan pelaku UMKM untuk membuat, kata Prana, merupakan suatu kepercayaan yang luar biasa. "Ini bukti pemimpin kita percaya pada pelaku usaha mikro," ungkapnya.

Prana memaparkan, proses pembuatan masker ini melibatkan 35 orang dari berbagai kecamatan, mulai Kecamatan Cililin, Cihampelas, Cipatat, Cikalongwetan, dan Ngamprah.

"Untuk APD kita juga produksi dan terpusat di Padalarang, tapi pengerjaannya di Cipeundeuy, Gununghalu, dan Batujajar. Jadi disebarnya di Padalarang," paparnya.

Terkait pembuatan APD, kata Prana, pihaknya telah mengikuti training of trainer (TOT) karena harus ada standardisasi, seperti bahan yang dipakai itu harus non water proof, minimal micro fiber seperti itu.

"Produknya kalau tidak sesuai standar susah untuk keluar juga, namun pasarnya sudah lumayan. Untuk bahan, kita kontak langsung dengan pabrik kalau tidak seperti itu susah, karena bahan sudah mulai sulit didapat," ujarnya. (agus sn)