Ini Dua Opsi Mekanisme Pelantikan CPNS 2019 Pemprov Jabar

Ini Dua Opsi Mekanisme Pelantikan CPNS 2019 Pemprov Jabar

INILAH, Bandung- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sedang terus mengkaji mekanisme pelantikan Calon Pegawai Sipil Negara (CPNS) 2019 yang rencananya bakal digelar pada Selasa 21 April ini. Mengingat dalam situasi Pandemi Covid-19 ini tidak dibolehkan adanya kerumunan masa. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat Setiaji mengatakan, 
saat ini mekanisme tersebut sudah didiskusikan. Adapun hasil diskusi, terdapat dua alternatif yang akan menjadi pilihan agar pelaksanaan pelantikan CPNS 2019 di Pemprov Jabar tetap berjalan lancar meskipun di tengah penyebaran virus Corona. 

"Sudah didiskusikan kira-kira mekanisme yang paling baik seperti apa," ujar Setiaji, Rabu (15/4/2020).

Setiaji mengatakan, nantinya sebagian dari ASN yang lulus tes CPNS tersebut akan hadir secara fisik menjadi perwakilan dalam pelantikan. Namun sebagian lainnya bakal mengikuti prosesi melalui jaringan online. 

"Jadi nanti ada perwakilan yang hadir secara fisik kemudian peserta lainnya menyaksikan secara live," jelasnya.

Adapun opsi pertama, para CPNS yang tidak hadir secara fisik dapat memantau melalui live instagram proses pelantikan. Kemudian, mereka harus merekam tatkala melakukan pembacaan sumpah ASN. 

"Kemudian mereka posting hasil rekamannya. Jadi maisng masing ASN itu mereka harus merekam saat melalukan sumpah dan posting di akun instagramnya masing-masing," katanya. 

Sementara opsi kedua, yaitu menggunakan aplikasi Zoom mengingat pesertanya cukup banyak. Setiaji mengatakan, ada sekitar 1.200 peserta yang akan mengikuti pelantikan CPNS 2020 secara online. 

"Tapi karena keterbatasan mungkin kita bikin dua atau tiga akun Zoom. Sehingga masing masing bisa tetap muncul di akun Zoomnya dan bisa terlihat secara langsung secara live," paparnya.

Diketahui, pada sejumlah negara saat ini tidak memperkenankan menggunakan aplikasi Zoom dengan berbagai alasan. Namun menurut Setiaji, selama penggunaan untuk publik dan tidak ada yang harus dirahasiakan maka tidak masalah. 

"Lagian kan gini, biasanya rapat seperti ini kan disaksikan publik. Kecuali kalau yang sifatnya rahasia," katanya. 

Adapun untuk video conferensi yang sifatnya rahasia dan tertutup, dia mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah memanfaatkan Command Center yang berada di Gedung Sate. Di mana salah satu fungsi Command Center sendiri yaitu sebagai pusat koordinasi. 

"Nah itu kan lebih aman karena dikelola oleh sistem kita. Tapi nanti isunya berkaitan dengan kesiapan bandwith att kekuatan server, karena cukup banyak yang harus dimanage," papar dia. 

Diketahui, sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka 1.934 formasi CPNS untuk 2019. Adapun formasi yang dibutuhkan terdiri dari tenaga pendidik 839 orang, tenaga kesehatan 93 orang, tenaga teknis pelaksana dan fungsional  sebanyak 1.002 orang. 

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jabar, sebanyak 1.934 lowongan itu terdiri dari 839 tenaga pendidik, 93 tenaga kesehatan dan 1002 pelaksana dan fungsional.

Adapun Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Jabar sendiri digelar di Gedung Youth Center, Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, pada 29 Januari-8 Februari 2020 lalu. Di mana terdapat 37.985 yang mengikuti tes tersebut. (Adv)