Simalakama Petugas Medis Tangani Pasien Covid-19

Simalakama Petugas Medis Tangani Pasien Covid-19

INILAH, Bandung – Sejak merebaknya pandemik corona virus disease 19 (covid-19) di Indonesia, petugas medis menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien. Seluruh tempat layanan kesehatan bersatu, fokus melakukan pengobatan demi menyelamatkan nyawa orang yang terpapar.

Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang terbatas, memaksa para petugas medis untuk menggunakan alat seadanya demi menjalankan sumpah profesi mereka. Hal ini tentu saja menjadi ancaman serius, sebab risiko mereka untuk tertular menjadi lebih besar. Belum lagi ancaman maut dari faktor lain, selalu mengintai mereka karena kondisi fisik yang terus menurun akibat kelelahan.

Situasi ini tentu saja ibarat makan buah simalakama bagi petugas medis. Jika mereka abai, berarti mereka sudah mengkhianati sumpah profesinya. Tetapi ketika dijalani, bayang-bayang kematian menjadi ancaman untuk mereka. Apalagi sejauh ini, sudah puluhan petugas medis meregang nyawa. Miris memang, karena bertaruh nyawa demi keselamatan orang lain.

Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Dadang Kurniawan mengakui, pemerintah tidak siap dalam menghadapi wabah corona. Minimnya ketersediaan APD menjadi salah satu bukti, bahwa Indonesia tengah darurat kesehatan.

“Petugas kesehatan adalah garda terdepan, dalam penanganan covid-19 ini. Kita akui, kita masih belum bisa memenuhi kebutuhan APD. Apalagi mencari APD sesuai standar, saat ini tidak mudah,” ujar Dadang kepada INILAH, Selasa (14/4/2020) lalu.

Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya dan pemerintah akan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan APD. Guna menjamin keselamatan para petugas medis, dalam menjalani tugas mereka dalam melakukan penyembuhan pasien corona.

“Tetapi kami akan terus berusaha dan memantau, agar dapat menjamin kesehatan mereka. Termasuk dalam memenuhi kebutuhan mereka seperti APD. Kita akan siapkan program untuk membantu mereka. Kita akan genjot, mencari APD yang sesuai standar untuk mereka,” sambungnya. (Yuliantono)