Mantan Presiden Barcelona Tak Gentar Dituntut Bekas Klubnya

Mantan Presiden Barcelona Tak Gentar Dituntut Bekas Klubnya
(Antara Foto)

INILAH, Catalan- Mantan presiden Barcelona Emili Rousaud mengaku siap menghadapi tuntutan dari bekas klubnya di meja hukum, dengan menyebut korupsi di Barcelona itu nyata dan bantahan klub dinilainya sebagai upaya merusak citranya.

Rousaud, bersama dengan lima direksi klub lainnya, mengundurkan diri dari klub awal pekan ini sebagai aksi protes atas rezim presiden Josep Maria Bartomeu di Camp Nou.

Pengunduruan diri itu terjadi setelah klub terlibat dalam beberapa masalah. Salah satunya skandal media saat Bartomeu dituduh membayar sebuah perusahaan humas untuk menutupi citra buruk sang presiden yang berusaha menyingkirkan sejumlah tokoh klub. Skandal itu disebut sebagai 'BarcaGate'.

Usai mengundurkan diri, Rousaud kemudian menyebut  ada 'oknum' yang ikut campur dalam keuangan klub untuk memperkaya diri sendiri.

Rousaud mengaku sudah mengetahui tindakan Barcelona dan memastikan tidak akan mencabut tuduhannya dan siap bila harus menghadapi Barcelona di pengadilan.

"Adanya tindak korupsi di dalam klub ditunjukkan oleh fakta bahwa mereka telah menghapus kontrak dengan berbagai perusahaan," ucap Rousaud yang dilansir Marca pada Rabu (15/4). "Pernyataan yang saya buat sepenuhnya adalah benar dan dapat dibuktikan."

"Justru pembelaan Barcelona itulah yang tidak berdasar," kata Rousaud. "Saya membawa penyimpangan ini menjadi perhatian klub pada saat itu dan sayangnya mereka telah menjadikan itu alasan pengunduran diri saya."

Rousaud mengatakan siap membeberkan fakta korupsi di Camp Nou.

Sebelumnya enam petinggi Barcelona, termasuk Emili Rousand, mengundurkan diri serentak dari jabatan mereka masing-masing.

Dalam sebuah surat bersama, mereka mengungkapkan kekecewaannya terhadap beberapa masalah yang belum berhasil diselesaikan selama Barcelona dipimpin Bartomeu.

Salah satu masalah yang disinggung dalam surat tersebut adalah cara penanganan keuangan klub saat menghadapi pandemi virus corona.

Mundurnya enam direktur tersebut membuat jumlah dewan klub tersisa 13 orang, yang sebelumnya berjumlah 19 orang. (Antara)