8 Warga Kabupaten Cirebon Meninggal Akibat Demam Berdarah

8 Warga Kabupaten Cirebon Meninggal Akibat Demam Berdarah
foto: INILAH/Maman Suharman

INILAH, Cirebon -Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menghimbau masyarakat di Kabupaten Cirebon, untuk mewaspadai penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD). Kewaspadaan diperlukan, karena ditakutkan masyarakat lengah karena konsentrasinya fokus kepada virus covid-19. Tercatat, sampai pertengahan bulan April ini, sudah ada 8 warga Kabupaten Cirebon yang meninggal dunia.

"Sudah ada 8 warga yang meninggal akibat terkena DBD. Kita tidak bermaksud membanding-bandingkan virus corona dengan DBD, namun ini lebih kepada kewaspadaan saja supaya masyarakat tidak lengah," kata  Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, Rabu (16/4/2020) lewat sambungan telepon seluler.

Nanang menjelaskan, selama bulan Januri tercatat ada 90 kasus DBD, dan 4 orang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan bulan Februari ada lonjakan sampai 122 kasus dan 2 orang dinyatakan meninggal. Sedang untuk bulan Maret, ada 79 kasus dan 1 orang dinyatakan meninggal. Sementara bulan April ini, yang tercatat baru 4 kasus dan 1 orang meninggal dunia.

"Mudah mudahan tidak ada kasus lagi dan tidak ada masyarakat yang harus kehilangan nyawa gegara penyakit DBD," jelas Nanang.

Dibanding tahun lalu lanjut Nanang, kemungkinan tahun ini presentasinya relatif kecil. Untuk tahun lalu, pada bulan Januarinya saja sudah ada 100 kasus penderita DBD. Bulan Februri tercatat ada 205 kasus dan 5 warga meningal dunia. Kemudian bulan Maret ada 179 penderita dan 2 meninggal. Bulan April ada 195 pasien dan 6 orang meninggal. Nanang juga menyebutkan bulan Mei tercatat ada 220 pasien dan 3 orang dinyatakan meninggal. Terakhir bulan Juli ada 85 pasien dan 1 orang meninggal.

"Tahun lalu yang terkena DBD ada 1.291 pasien yang terjangkit DBD dengan total jumlah meninggal dunia ada 17 jiwa. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan. Dinkes juga sudah melakukan poging pada daerah yang terkena DBD, disamping melakukan poging kepada seluruh wilayah di Kabupaten Cirebon," ungkap Nanang.

Nanang meminta, masyarakat di Kabupaten Cirebon tidak panik menghadapi persoalan penyakit DBD ditengah mewabahnya virus corona. Pola hidup bersih adalah salah satu kuncinya serta menjaga lingkungan sekitar supaya tidak terjangkit DBD.

"DBD maupun virus corona intinya sama yaitu menjaga pola hidup bersih. Semua kan ada protapnya. Kalau DBD dengan gerakan 3M. Kalau covid-19 juga sudah jelas bagaimana cara mencegahnya. Tinggal pola itu digabungkan, saya rasa tidak akan ada masalah serius," tutup Nanang. (maman suharman)