Polrestabes Bandung Beri Sembako untuk Mantan Napi Asimilasi Covid-19

Polrestabes Bandung Beri Sembako untuk Mantan Napi Asimilasi Covid-19
(Foto: Ridwan Abdul Malik)

INILAH, Bandung - Polrestabes Bandung memberikan bantuan paket sembako ke mantan narapidana yang mendapatkan asimilasi akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan baik moril maupun materil, bagi para narapidana yang baru saja dibebaskan. Pasalnya, mayoritas para mantan narapidana itu belum memiliki mata pencaharian baru.

"Semuanya ini hanya untuk berikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat dalam situasi wabah ini, mereka (mantan napi) bisa semangat dan bertahan serta tidak keluar rumah sehingga mereka bisa lakukan pencegahan terhadap penyebaran virus corona," ucap Ulung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kamis (16/4/2020).

Ulung menyebutkan, sebanyak 136 paket sembako pun siap diberikan. Namun, dalam pembagiannya, ada yang diberikan langsung di Mapolrestabes dan ada juga yang diberikan ke rumah dari mantan napi tersebut.

"Yang disini ada sekitar 50 orang, tapi ada yang diberikan pula ke rumah mantan napi itu sendiri," ungkap Ulung.

Lebih lanjut, Ulung menambahkan, para narapidana diharapkan dapat mengambil hikmah daripada kebijakan asimilasi yang diberikan Kementrian Hukum dan HAM. Sehingga, para mantan narapidana tidak mengulangi perbuatannya kembali dikemudian hari.

Namun, lanjut Ulung, jika terdapat mantan narapidana yang kembali membuat tindak pidana kejahatan. Polisi, tidak akan segan-segan untuk kembali menindak tegas para mantan narapidana itu dengan aturan hukum yang berlaku.

"Kepada rekan-rekan eks narapidana mereka bisa diam dirumah dengan tidak melakukan kegiatan lain. Apalagi mereka mengulangi perbuatan sebelumnya, apabila melakukan tindak pidana lagi, maka kita tidak segan-segan akan menangkap dan memproses mereka semua," tegas Ulung.

Ditemui ditempat yang sama, satu diantara mantan narapidana, Gani mengungkapkan, dirinya tidak menyangka akan diberikan bantuan tersebut. Pasalnya, stigma masyarakat terhadap mantan narapidana kerap kali negatif atau buruk.

Gani yang dipenjara akibat kasus kekerasan itu, mengaku belum memiliki pekerjaan sejak diberikan asimilasi pada tanggal 4 April 2020.

"Alhamdulilah, saya berterimakasih ga nyangka bakal dikasih bantuan," pungkas Gani. (Ridwan Abdul Malik)