Pemkot Bogor Koordinasi dengan Polisi untuk Buat Surat Teguran Pelanggar PSBB

Pemkot Bogor Koordinasi dengan Polisi untuk Buat Surat Teguran Pelanggar PSBB
istimewa

INILAH, Bogor - Masih banyaknya pelanggaran dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor membuat Pemkot Bogor masih bermurah hati kepada masyarakat. Bagi pelanggar, mereka belum menerapkan sanksi, denda, bahkan kurungan.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya mengupayakan hari ini penerapan PSBB lebih baik. Hasil evaluasi kemarin masih dijumpai banyak kelemahan dan kekurangan dalam penerapan PSBB tersebut.

"Tahapannya terus-menerus memberikan penekanan kepada semua pihak agar patuh pada ketentuan PSBB," kata Dedie kepada INILAH, Selasa (16/4/2020).

Dedie menjelaskan, total personel gabungan yang diturunkan untuk PSBB ini sebanyak 300 orang. Mereka merupakan gabungan dari TNI, Polri, dan Pemkot Bogor. Terkait jam kerja, para personel tersebut dibuat dua shift yakni pukul 06.00-18.00 WIB dan untuk patroli malam hari. Tentunya hasil evaluasi hari pertama, ada beberapa poin yang paling banyak pelanggarannya.

"Di antaranya belum paham konfigurasi penumpang dalam kendaraan pribadi, kemudian dalam kendaraan angkutan umum bus, masih ada pelanggaran social dan physical distancing, lalu dijumpai beberapa warga yang belum memakai atau belum memiliki masker serta beberapa bidang yang bukan sektor dikecualikan masih beroperasi" jelas Dedie.

Dedie menegaskan, karena itu dengan banyak pelanggaran pihaknya segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

"Surat Teguran akan dikoordinasikan dengan Polresta Bogor Kota. Nah, untuk kemarin dibantu ACT distribusi masker di lapangan, tapi tidak bisa dibantu terus," tegasnya.

Sementara itu, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Alma Wiranta mengatakan, untuk PSBB Kota Bogor analisa dihari pertama di tingkat RT dan RW yang masih peka dengan aturan sosial distancing masih sebatas warga perumahan, sebagian perkampungan yg berdekatan dengan perumahan.

"Warga perkampungan terpacu untuk mengikutinya. Namun, masih berkerumun di poskonya lebih dari lima orang. Di jalan, bagi pengendara motor memang masih kurang kesadaran pengunaan masker dan sarung tangan standar," pungkasnya. (Rizki Mauludi)