Rentan Terpapar Covid-19, 50 Anggota DPRD KBB Lakukan Rapid Test

Rentan Terpapar Covid-19, 50 Anggota DPRD KBB Lakukan Rapid Test
Ilustrasi (agus sn)

INILAH, Ngamprah - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat melaksanakan rapid test di halaman Gedung DPRD KBB, Kamis (16/4/2020).

Diikuti 50 orang anggota DPRD KBB, rapid test tersebut dilakukan karena anggota dewan rentan terpapar virus Covid-19. "Karena anggota DPRD termasuk dalam orang dalam risiko (ODR) jadi yang kedua untuk mengetahui kondisi temen-temen di DPRD," kata Ketua DPRD KBB Rismanto, usai menjalani rapid test.

Rismanto menjelaskan, rapid test ini bagian dari upaya penanganan pandemi Covid-19 dalam hal pemetaan titik-titik yang berisiko. "Jadi normatif saja, ini satu hal yang memang mesti dilakukan dalam rangka upaya pencegahan," jelasnya.

Selain di DPRD KBB, kata Rismanto, hari ini di Mekarsari, Pemda KBB juga melakukan rapid test. "Setahu saya, anggota dewan yang mengikuti ada 50 orang, untuk hasilnya masih menunggu," ujarnya.

Rismanto mengaku, rapid test terhadap anggota DRPD telah sesuai prosedur yang ditetapkan Dinas Kesehatan. Selain itu, pejabat publik yang masuk kategori kelompok berhak dites corona.  "Prosedur ditempuh dengan cara mendaftar ke bagian dinas kesehatan. Prinsipnya semua bisa mengajukan lewat satu pintu," paparnya.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Kesehatan Hernawan menuturkan, rapid test sekarang diikuti 34 orang pejabat eselon II, untuk eselon III, dan lainnya akan ada program juga, namun tergantung ketersediaan alat rapid test-nya.

"Ini sebenarnya masuk kategori B, tapi untuk kategori A tetap jalan, kita kembali perhitungkan alat rapid-nya. Namun, sambil berjalan saja," tuturnya.

Lebih lanjut Hernawan menjelaskan, rapid test ini tidak menjadi jaminan kategori A atau kategori B tidak terpapar. Pada kenyataannya banyak yang masuk kategori B terpapar positif. "Jadi kita berjalan beriringan tanpa melupakan rencana prioritas kategori A yang sedang berjalan," jelasnya.

Dikatakan Hernawan, ketersediaan alat rapid test di KBB ada sekitar 2 ribu, termasuk yang sudah terpakai oleh paramedis yang ada di barisan depan, ODP, PDP, keluarga PDP, dan beberapa kategori B. "Jumlah yang terpakai itu sekitar 1.200 alat rapid test," ujarnya.

Hernawan mengaku, pihaknya berencana melaksanakan rapid test secara massal di beberapa kecamatan yang akan menjadi wilayah PSBB. Namun, lanjut dia, pihak masih menunggu keputusan tim gugus tugas Covid-19 KBB. "Karena itu harus memperhitungkan beberapa faktor, salah satunya hasil di wilayah yang banyak terpapar positif Covid-19," ujarnya. (agus sn)