Jamaah Tablig Tertahan di India, Ini Harapan Muhammadiyah

Jamaah Tablig Tertahan di India, Ini Harapan Muhammadiyah
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Jakarta - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Abdul Mu'ti mengharapkan ketaatan Jamaah Tablig asal Indonesia yang kini terjebak dan tertahan di India seiring pandemi Covid-19 yang melanda global.

"Jamaah Tablig yang di India harus mematuhi protokol dan kebijakan Pemerintah Negara setempat," kata Mu'ti kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Menurut dia, apabila tidak ada alasan yang kuat dan mendesak pemulangan WNI di luar negeri, tidak menjadi prioritas. Akan tetapi, kata dia, apabila sangat mendesak maka Pemerintah Indonesia dapat melakukan pemulangan dengan beberapa langkah.

Beberapa hal  dapat dilakukan Pemerintah Indonesia seperti melakukan pembicaraan diplomatik dengan Pemerintah India. Selanjutnya, kata Sekum Muhammadiyah, Pemerintah Indonesia agar memeriksa kesehatan dan memastikan mereka tidak terpapar Covid-19. "Jika kembali ke Tanah Air, mereka harus menjalani karantina dan perawatan bagi yang positif Covid-19," katanya.

Secara umum, Mu'ti mengatakan sesuai amanat Pembukaan UUD 1945 negara berkewajiban melindungi segenap bangsa Indonesia baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Dalam hal WNI di luar negeri, Pemerintah tetap berkewajiban melaksanakan amanat UUD tersebut dengan mengikuti ketentuan hukum internasional dan hukum serta kebijakan yang berlaku di negara yang bersangkutan," katanya. (antara)