Cucu Somantri Dianggap Tidak Kuasai Masalah

Cucu Somantri Dianggap Tidak Kuasai Masalah

 

INILAH,  Jakarta - Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri yang sempat membuat blunder dengan menyebut Maaike Ira Puspita bakal naik jabatan menjadi Sekretaris Jenderal PSSI menggantikan Ratu Tisha Destria dikritik banyak pihak.

 

Jika sebelumnya anggota Exco PSSI Haruna Sumitro yang menyebut Cucu membuat blunder dengan komentar yang bukan wewenangnya, kini giliran mayoritas Exco PSSI yang menyayangkan komentar Cucu.

 

"Waketum Cucu Somantri itu jangan asal bicara. Ranah penggantian Sekjen PSSI itu berada di Ketum PSSI. Kalau asal bicara itu menandakan dia tidak profesional dan berarti tidak menguasai masalah, khususnya soal Statuta PSSI," ujar salah satu Exco PSSI yang tidak mau disebutkan namanya.

 

Sebelumnya banyak yang menganggap omongan Cucu itu atas perintah Ketua Umum PSSI, meskipun faktanya tidak.Pernyataan Cucu ditepis oleh Exco PSSI Haruna Sumitro. Menurut aturan soal pengganti Sekjen PSSI sudah diatur dalam Statuta PSSI di Pasal 42 ayat 2.

 

"Hanya Ketua Umum yang dapat mengusulkan pengangkatan dari Sekretaris Jenderal. Namun, Ketua Umum dapat juga mengusulkan kepada Komite Eksekutif (Exco PSSI) untuk pemberhentian Sekretaris Jenderal PSSI. Jadi pernyataan Pak Cucu itu tidak mendasar," kata Exco PSSI lainnya.

 

 

Pengamat sepak bola yang biasa menjadi komentar di televisi juga menyayangkan komentar Cucu. Menurutnya seorang waketum harus menguasai aturan internal termasuk Statuta PSSI, sehingga ketika berbicara tidak keluar dari jalur dan diketawakan banyak pihak. Sang pengamat juga meyakini Cucu punya agenda lain di PSSI.

 

"Seorang wakil ketua umum kok ngurusi pergantian sekjen. Itu kan bukan wewenangnya. Malu ah. Menurut saya Pak Cucu lebih baik mundur saja. Itu lebih gentleman ketimbang terus membikin blunder," ujar pengamat sepak bola itu.

 

Kini setelah mendapat serangan dari beberapa Exco PSSI dan pengamat sepak bola, Cucu kemudian meralat jika ia sudah membuat blunder. Ia kemudian beralasan untuk menjadi Sekjen PSSI harus ada mekanismenya.

 

"Ada fit and proper test yang harus diikuti oleh sang calon. Tanpa kecuali. Setelah itu, harus ada persetujuan dari Komite Eksekutif PSSI," kata Cucu di laman https://liga-indonesia.id.