Ahli: Nikotin Bukan Pemicu Utama Penyakit

Ahli: Nikotin Bukan Pemicu Utama Penyakit
(Antara Foto)

INILAH, Jakarta - Tidak semua orang paham tentang apa itu bahaya tembakau.

Ahli Toksikologi dari Universitas Airlangga Shoim Hidayat menjelaskan banyak persepsi keliru mengenai produk tembakau alternatif yang dianggap sama bahayanya dengan rokok lantaran sama-sama mengandung nikotin.

Menurutnya, nikotin bukanlah pemicu utama penyakit terkait merokok.Shoim menjelaskan, kandungan zat kimia berbahaya dalam rokok adalah TAR yang bersifat karsinogen.

TAR yang dihasilkan oleh proses pembakaran pada rokok dapat memicu penyakit-penyakit berbahaya.

"Semakin tinggi kadar TAR dari pembakaran, risiko terkena kanker atau jantung menjadi lebih besar, kandungan ini tidak ada dalam produk tembakau alternatif," ujar Sho'im, dalam keterangannya pers, Jakarta, Jumat, (17/04/2020).

Menurut Sho'im, produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, merupakan solusi bagi perokok dewasa yang sulit berhenti dari kebiasaan merokok untuk beralih ke produk tembakau dengan risiko bahaya yang lebih rendah.

Dalam laporan terbaru mengenai rokok elektrik yang dirilis oleh Public Health England (PHE), lembaga pemerintah di bawah Department of Health and Social Care Inggris, menyebutkan, berkembangnya persepsi yang salah di masyarakat tentang bahaya rokok elektrik dapat menghalangi para perokok dewasa yang tidak bisa berhenti merokok untuk beralih ke produk tembakau alternatif.

Padahal, PHE menyebutkan, beralih ke produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik merupakan salah satu cara efektif untuk membantu para perokok dewasa untuk berhenti merokok.(tka)