Demi Persib, Mario Jardel Pinjam Uang untuk Ongkos ke Bandung

Demi Persib, Mario Jardel Pinjam Uang untuk Ongkos ke Bandung

 

INILAH, Bandung - Musim 2020, bisa menjadi musim terbaik bagi Mario Jardel. Pasalnya pemain kelahiran Bogor ini bisa masuk dalam skuat Persib Bandung. 

 

Meski demikian, Jardel mengaku tidak mudah bisa terpilih bergabung dengan Persib Bandung. Bisa dibilang perjalanannya seperti skenario film. 

 

Jardel harus memulai dari nol. Mulai dari bergabung lebih dulu dengan Diklat Persib, Persib U-19 hingga Persib Bandung tepat di musim 2020 ini. 

 

"Saat keterima dan akan bergabung dengan Diklat Persib juga, tidak ada ongkos untuk ke Bandung. Bapak terpaksa banting tulang, kerja, dan juga pinjam uang supaya saya tetap bisa berangkat ke Bandung," ungkap Jardel seperti dilansir laman resmi Persib, Jumat (17/4). 

 

Karena itu, Jardel takkan pernah sekalipun melupakan jasa keluarganya yang telah memberikan dukungan maksimal agar bisa membuatnya gabung dengan Persib Bandung. 

 

Terutama, kata Jardel, kerja keras sang Ayahanda yang membuat mampu bertahan dalam merintis karier sepak bolanya hingga menjadi pemain profesional. "Saya percaya, jika kita sungguh-sungguh, kerja keras, pasti akan ada jalan," tuturnya.

 

Setelah bergabung dengan Diklat Persib, Jardel juga harus bisa mengatasi beragam tantangan yang tentunya semakin berat. Tak hanya bersaing dengan rekan satu tim, pemilik nomor punggung 66 ini harus hidup mandiri jauh dari orang tua.

 

Selain itu, Jardel harus belajar mengatur pengeluaran sebaik-baiknya. Sehingga dia tak lagi membebankan orang tuanya terutama sang ayahanda. 

 

Setelah berada di tim senior, Jardel merasa tantangannya semakin besar. Jardel berharap dapat segera membalas kebaikan dan mewujudkan impian keluarganya.

 

"Sekarang bersama Persib. Tantangan baru pastinya, dan tetap kerja keras. Termasuk tidak boleh merasa puas dengan hasil ini, karena perjalanan masih panjang. Saya berharap sedikitnya bisa membalas kebaikan keluarga dengan berhasil menjadi pesepak bola profesional," tegasnya.(Muhammad Ginanjar)