Dor! Polisi Tembak Residivis Pencurian

Dor! Polisi Tembak Residivis Pencurian

INILAH, Bandung – Sungguh naas nasib AS (44), baru sepekan bebas dari Rutan Kebon Waru, AS kembali diciduk polisi. Dia diringkus petugas lantaran melakukan tindak pidanan pencurian dengan pemberatan.

 

 

AS diciduk Unit Reserse Kriminal Polsek Astana Anyar di wilayah Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Petugas terpaksa menembak AS karena berusaha melawan petugas.  Sebelumnya AS telah malakukan aksi pencuriannya di Gang Ciseureuh, Astana Anyar, Kota Bandung Kamis (16/4/2020).

 

 

Kapolsek Astana Anyar Kompol Wendy Boyoh mengungkapkan, Aksi itu dilakukan AS bersama rekannya berinisial T yang kini berstatus sebagai DPO. Peristiwa bermula ketika AS dan T mendatangi rumah korban kemudian merusak bagian pintu rumah dengan menggunakan obeng.

 

Kemudian, Pelaku lalu menggasak satu unit kendaraan roda dua dan dua unit handphone. Korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. "Pada tanggal 16 kami mendapatkan laporan," ucap Wendy di Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jumat (17/4/2020).

 

Saat mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut, Wendy menjelaskan, petugas bergegas melakukan serangkaian olah TKP dengan memintai keterangan saksi. Setelah mendapatkan identitas dan keberadaan pelaku, Polisi  melakukan pengejaran tersangka.

 

Petugas mengetahui kebaradaan AS. Namun lanjut Wendy, saat akan diamankan, tersangka AS berupaya untuk melawan petugas dan melarikan diri. Alhasil, sebuah timah panas disarangkan di kaki AS.

 

"Karena dalam situasi yang seperti itu (melakukan perlawanan) kami lakukan tindakan tegas dan terukur," ujar Wendy.

 

Wendy menambahkan, AS merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan dan baru saja bebas murni dari Rutan Kebon Waru Bandung pada tanggal 11 April lalu. "Ini (Tersangka) bersamaan keluarnya dengan proses asimilasi. Dia adalah residivis yang sudah melakukan kegiatan yang sama, sudah dua kali," ungkapnya.

 

Ditemui ditempat yang sama, Tersangka AS mengaku melakukan perbuatan tersebut karena kesulitan mencari pekerjaan setelah keluar dari rutan. Apalagi, di tengah kondisi pandemi corona yang belakangan ini merebak. Dia pun mengaku aksi tersebut dilakukan tanpa direncanakan.

 

"Gak ada kerjaan susah cari kerja ditambah lagi kondisinya begini," pungkasnya.

 

Akibat perbuatannya, Agus disangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun kurungan. (Ridwan Abdul Malik)