16 Kecamatan di Kab Bogor Zona Merah Covid-19, Teranyar Leuwisadeng dan Gunung Sindur

16 Kecamatan di Kab Bogor Zona Merah Covid-19, Teranyar Leuwisadeng dan Gunung Sindur
Bupati Bogor Ade Yasin. (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor - Kecamatan Leuwisadeng dan Gunung Sindur masuk kedalam zona merah penyebaran wabah virus corona (covid 19) setelah masing - masing satu orang warganya terkonfirmasi positif.

Dengan tambahan dua kecamatan diatas, total ada 16 kecamatan yang masuk dalam zona merah penyebaran virus corona, 14 kecamatan lainnya adalah Cibinong, Gunung Putri, Bojonggede, Citeureup, Cileungsi, Jonggol, Babakan Madang, Ciawi, Ciomas, Ciampea, Parungpanjang, Ciseeng, Tajur Halang dan Kemang.

"Hari ini total ada 16 kecamatan yang masuk dalam zona merah penyebaran wabah virus corona, 2 kecamatan yang naik status tersebut adalah Kecamatan Leuwisadeng dan Gunung Sindur," ujar Ade Yasin Bupati Bogor kepada wartawan, Jumat (17/4).

Wanita berusia 51 tahun ini menambahkan  bahwa warga Kecamatan Leuwisadeng  yang terkonfirmasi positif wabah virus corona adalah  perempuan berusia 46 tahun, sedangkan warga Kecamatan Gunung Sindur yang juga terkonfirmasi positif wabah virus corona adalah laki - laki berusia 43 tahun.

"Selain 2 orang warga Kecamatan Leuwisadeng dan Kecamatan Gunung Sindur tersebut, 1 orang warga Cibinong berjenis kelamin  anak laki - laki berusia 6 tahun asal Kecamatan Cibinong dan perempuan berusia 20 tahun asal Kecamatan Gunung Putri juga terpapar virus yang konon berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok," tambahnya.

Ade menuturkan dari 56 warga yang terkonfirmasi positif wabah virus corona, 
4 orang dinyatkan telah sembuh, 5 orang telah meninggal dunia dan 47 orang lainnya dalam perawatan rumah sakit.

"47 orang pasien terkonfirmasi positif wabah virus corona tersebut ada  yang dirawat di rumah sakit yang ada di Bumi Tegar Beriman dan ada juga yang dirawat di rumah sakit di DKI Jakarta," tutur Ade.


Ketua Satuan Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor ini melanjutkan selain itu data Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 476 orang dan data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 437 orang, data ini naik cukup drastis dari sebelumnya.

"Data sebelumnya   ODP ada 424 orang dan kini naik menjadi 476 orang, sementara  data sebelumnya PDP ada 403 orang dan kini meningkat menjadi 437 orang. Selain itu jumlah PDP yang meninggal dunia ada 15 orang," lanjutnya. (Reza Zurifwan)