Dulu Taklukan Ular, Steve Ewon Kini Taklukan Corona

Dulu Taklukan Ular, Steve Ewon Kini Taklukan Corona
Foto : Kepala Desa Steve Ewon (tengah) saat penyemprotan disinfektan di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua (Istimewa)

INILAH, Ngamprah- Siapa yang tidak kenal dengan Steve Ewon, seorang penakluk ular yang pernah eksis wara wiri di salah satu program televisi nasional, kini beralih profesi menjadi Kepala Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Ditengah pandemi virus corona desease (Covid-19), Yanto bin Surya alias Steve Ewon secara langsung turun ke lapangan untuk memerangi dan menaklukkan virus Covid-19 di wilayahnya.

"Kita mengedukasi masyarakat mengajak bagaimana sama-sama kita memutus dan mencegah penyebaran COVID-19," katanya kepada INILAH, usai melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Kertawangi, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (17/4/2020).

Steve mengaku, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Desa Kertawangi. Selain itu, kata dia, ini juga bentuk perjuangan masyarakat dalam membela negara.

"Kalau dulu kita perang melawan penjajah, sekarang bentuknya membela sesama untuk peduli menjaga kebersihan, kesehatan menjaga diri dan yang lebih hebat lagi perjuangan yang berat sekarang yaitu berdiam diri dirumah. Berjuang bertahan dirumah," ujarnya.

Steve menjelaskan, kegiatan hari ini selain mengedukasi memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya mencegah dan menjaga kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, dengan membagikan APD, seperti hand sanitizer, masker, disinfektan dan pemasangan pamflet berisi edukasi cara penanganan Covid-19.

Serta, lanjut Steve, sebagian mendata masyarakat yang ODP, seperti banyak para pedagang yang ke luar daerah dan yang mudik dari luar kota. Jadi ada tim khusus yang melakukan pendataan.

"Untuk jumlah saat ini, kita masih mendatanya dan belum mendapatkan data fix. Sedangkan, jumlah hand sanitizer yang dibagikan sebanyak 300 botol, lalu untuk masker 2.300 pcs," jelasnya.

Steve mengimbau, untuk warga baik yang keluar maupun yang dari luar daerah, pihaknya menyarankan warganya untuk mengisolasi diri secara mandiri. Karena yang bahaya itu adalah orang tanpa gejala (OTG).

"Mari kita berpikir positif. Intinya ini adalah aturan Allah, saya sebagai kepala desa mengajak semuanya untuk mengambil hikmahnya. Saya yakin ini adalah tujuan yang baik dari Allah," pungkasnya. (agus sn).

​​​​​​