Heran, Kok Negara yang Biayai Pelatihan Ojol ?

Heran, Kok Negara yang Biayai Pelatihan Ojol ?
(Antara Foto)

INILAH, Jakarta - Politikus Demokrat Rachland Nashidik, mengkritisi program Presiden Joko Widodo, yakni soal program kartu prakerja yang dikebut demi penyelamatan ekonomi di tengah pandemi virus corona.

"Program Prakerja yang awal justru bagus. Memberi kesempatan untuk upskilling dan reskilling. Bagus untuk masuk bursa kerja atau peningkatan karir. Melibatkan BLK. Yang sekarang ini tidak sesuai kebutuhan aktual, menyimpang dan jadi ajang bisnis perusahaan aplikator belaka," cuit akun Twitter @RachlanNashidik, dikutip Sabtu (18/4/2020).

Rachland, juga merasa heran dengan adanya paket pelatihan ojek online. Pelatihan tersebut terdapat dalam laman Skillacademy milik Ruangguru misalnya, terdapat Paket Pelatihan Ojek Online seharga Rp 1 juta, yang didiskon dari harga asli Rp 3,82 juta.

"Kalau tak salah ingat, salah satu konten yang dijual dalam "pelatihan online" adalah teknik menjadi Ojol yang berhasil. Konten seperti itu memancing perhatian. Ini negara membiayai pelatihan Ojol yang seharusnya jadi tanggungjawab Perusahaan Gojek?," tulis dia.


Pendaftaran untuk program Kartu Prakerja telah dibuka sejak 11 April. Bagi penerima Kartu Prakerja mendapatkan paket manfaat total senilai Rp 3,55 juta, yang terdiri dari bantuan biaya pelatihan sebesar Rp 1 juta yang dapat dipergunakan untuk membeli satu atau lebih pelatihan di mitra platform digital.

Ada delapan mitra yang ditunjuk pemerintah sebagai penyelenggara pelatihan Kartu Pekerja. Yakni Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan 7 startup asal Indonesia, Tokopedia, Bukalapak, Pintaria, Pijar Mahir, MauBelajarApa, Ruangguru, dan Sekolahmu. (inilahcom)