Jelang PSBB Bandung, Pengamat: Bandara dan Stasiun Bagaimana?

Jelang PSBB Bandung, Pengamat: Bandara dan Stasiun Bagaimana?
Ilustrasi/Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Bandung akan diberlakukan secara maksimal. Muncul pertanyaan dari pengamat terkait aktivitas stasiun dan bandara. Nah?

Pengamat Politik, Hukum, dan Tata Negara Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Prof. Asep Warlan Yusuf meyakini PSBB akan sulit diterapkan secara maksimal seperti di Bekasi ataupun Koa Bogor. Pasalnya, di Bandung belum ada kepastian soal nasib bandara Husein Sastranegara ataupun stasiun kereta api.

"Kita juga mempunyai stasiun kereta api, itu pusat yang menentukan berhentinya atau stasiun Bandung dan Kiaracondong," ujar Prof. Asep, Minggu (19/4/2020).

Prof. Asep menambahkan inilah problem kota Bandung. Mereka memiliki kedatangan orang luar dan kewenangan itu ditujukan kepada orang pusat. Berbeda dengan kota Bogor atau Bekasi, sebab kewenangan itu diserahkan Kabupeten/Kota.

"Di tutup aja jalan-jalanya. Kalau kita ditutup tol Pasteur kalau Bandara dan Stasiunn gimana cara menutupnya. Makanya, Mang Oded (Walikota Bandung) mengatakan, ada PSBB maksimal, bukan PSBB parsial, saya tidak tahu apakah PSBB maksimal bandara juga ditutup dan stasiun kereta api di tutup juga. Karena ada beberapa yang harus ditegakkan orang keluar masuk," pungkas Prof. Asep. (Okky Adiana)