DKPP Jabar Dorong Pemurnian Ras Sapi Pasundan

DKPP Jabar Dorong Pemurnian Ras Sapi Pasundan
(Istimewa)

INILAH , Bandung- Sapi Pasundan merupakan salah satu sumberdaya genetik ternak Jabar. Hal tersebut dipertegas berdasarkan SK Menteri Pertanian nomor 1051/Kota/SR.120/10/2014.

Hanya saja, saat ini kerap kali terjadi inbreeding atau kawin sedarah yang menjadikan anakan sapi menjadi kerdil. Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat berupaya mendorong pemurnian ras Sapi Pasundan agar menghasilkan sapi yang lebih unggul.

Kepala Bidang produksi dan Peternakan DKPP Jabar Aida Rosana mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut sudah ditangulangi melalui UPTD Balai Pembibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Potong di Ciamis. Termasuk dalam pengeluaran semen bekunya. 

"Ke depan ini saya berharap Sapi Pasundan lebih unggul. Reproduksi juga lebih baik," ujar Aida.

Menurut Aida, daging Sapi Pasundan sendiri boleh diadu dengan jenis sapi lainnya. Hal itu tampak dari presentase karkas yang rata-rata di angka 53% di mana nilai tersebut lebih baik daripada sapi jenis lainnya yang rata-rata hanya 45%.

Selain itu, Sapi Pasundan juga unggul dalam daya ikat air atau water holding capacity dan susut masak.

"Selain itu ungul dalam keempukan, warna daging dan lemak dan marbling baik. Rata-rata pertumbuhan juga cukup baik, penambahan berat badan per hari mencapai 0,55 kilogram," katanya.

Berdasarkan data per Oktober 2016 lalu, terdapat 31.033 polulasi Sapi Pasundan yang tersebar di 11 daerah di Jabar. Adapun sebaran populasi Sapi Pasundan di Jabar tersebut, yaitu di Kabupaten Ciamis, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi. 

Saat ini pihaknya sedang menggejot pengembangan sapi asli Jabar tersebut. Salah satunya, dengan merencanakan dibangunnya kawasan sapi potong khusus Sapi Pasundan di Kabupaten Kuningan. 

"Sesuai dengan keinginan gubernur adanya cluster sapi potong. Nah kira ingin mengembangkan Sapi Pasundan ini," katanya. 

Menurut Aida, Kabupaten Kuningan termasuk dalam 11 daerah sebaran Sapi Pasundan di Jabar. Khususnya kecamatan Cibingbin yang memiliki populasi Sapi Pasundan sekitar 5 ribu ekor melalui pemeliharaan intensif dan semi intensif. 

Adapun populasi terbanyak berada di tiga desa, yaitu desa Ciangir 780 ekor, Dukuh Badag 4196 ekor dan Desa Bantar Panjang 3222 ekor. 

"Di situ juga nantinya khusus untuk pewilayahan sumber bibit, jadi jangan ada sapi yang lain masuk ke situ selain Sapi Pasundan," katanya. 

Selain itu, pihaknya pun akan berupaya menghadirkan konsumen kepada para peternak secara langsung. Mengingat, sebagai plasma nutfah, Sapi Pasundan pun hadir untuk pengembangan ekonomi masyarkat Jabar. (riantonurdiansyah)