Dampak Corona, Lebih dari 4.000 Buruh di Purwakarta Jadi Pengangguran

Dampak Corona, Lebih dari 4.000 Buruh di Purwakarta Jadi Pengangguran
ilustrasi/antara foto

INILAH, Purwakarta – Virus corona, sebarannya masih terasa di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Purwakarta. Imbasnya, hampir seluruh sektor yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat mengalami kelesuan. Sebut saja di antaranya, mereka yang bergelut di sektor UMKM, buruh pabrik dan harian lepas.

Saat ini saja, sejumlah perusahaan di Kabupaten Purwakarta dikabarkan mulai merasa tak berdaya dengan mewabahnya virus mematikan itu. Akibatnya, saat ini  banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran terhadap karyawannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta, Titov Firman membenarkan terkait hal itu. Dari data yang diterimanya, hingga akhir pekan kemarin sudah ada 104 dari perusahaan yang ada di wilayahnya yang terdampak wabah virus tersebut. Dengan rincian, 67 perusahaan terdampak langsung dan 37 perusahaan terdampak tidak langsung.

“Dari 104 perusahaan ini, total tenaga kerja yang terdampak, tercatat ada sekitar 49.972 orang,” ujar Titov akhir pekan kemarin.

Titov menjelaskan, dari 67 perusahaan yang terdampak langsung itu, dua perusahaan di antaranya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya. Dari dua perusahaan ini, sebanyak 1.093 karyawan yang di PHK. Kemudian, 24 perusahaan lainnya tidak memperpanjang kontrak kerja para buruhnya.

“Jumlah tenaga kerja yang habis kontrak ini mencapai 3.415 orang,” jelas dia.

Sedangakan, sambung dia, untuk 37 perusahaan yang terdampak secara tidak langsung hanya melakukan perubahan jam kerja karyawannya. Termasuk, melakukan perubahan upah karena jam kerja berkurang. Hal itu, menjadi bagian dari pelaksanaan social distancing di perusahaan mereka.

Selanjutnya, tambah dia, di wilayahnya juga terdapat 41 perusahaan yang merumahkan atau meliburkan tenaga kerjanya. Adapun tenaga kerja yang terdampak libur sementara itu, berjumlah 18.780 orang.

Sementara itu, merujuk pada data wajib lapor di web kementerian tenaga kerja RI, di Purwakarta terdapat 1.036 perusahaan. Dengan rincian, 655 perusahaan kategori mikro, 118 kategori kecil, 134 kategori menengah, dan 129 kategori perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan ini tersebar di hampir seluruh kecamatan yang ada. (Asep Mulyana)