Di Kota Bogor, Sempat Terjadi Kepadatan Lalu Lintas Saat PSBB

Di Kota Bogor, Sempat Terjadi Kepadatan Lalu Lintas Saat PSBB
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pada Sabtu (18/4/2020), hari keempat penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bogor sempat terjadi kepadatan lalu lintas. Namun, kondisi itu dapat diatasi dan kembali kondusif pada hari kelima, Minggu (19/4/2020). 

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor konsisten melakukan imbauan dan penindakan tegas perihal kendaraan pribadi maupun umum yang masih melanggar ketentuan PSBB. Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan, pada hari kelima ini tetap 10 titik tidak ada penambahan titik check point di Kota Bogor. Warga yang melintasi check point itu 95% memakai masker.

"Kendaraan roda empat masih ditemukan pengemudi dan penumpang yang berdekatan dan dilakukan imbauan untuk pindah ke belakang dengan menjaga jaraknya," kata Dody kepada INILAH.

Dia melanjutkan, kemudian untuk kendaraan roda dua masih ditemukan masyarakat yang berboncengan dengan domisili yang berbeda. Apabila masih dengan tujuan yang sama masih bisa ditolerir.

"Kalau memang tujuannya keluar kota, kami arahkan untuk kembali atau balik kanan. Roda dua, empat dan angkutan umum tetap dilakukan cek suhu tubuh untuk melakukan antisipasi apabila ada yang suhu tubuhnya tinggi. Itu berlaku untuk semua titik check point," tambahnya.

"Pada setiap ruas jalan yang terpantau di 10 check point berkurang  signifikan. Tidak seperti hari Sabtu kemarin yang volumenya sangat padat," jelasnya.

Sedangkan, untuk angkutan umum dan angkutan perkotaan masih ditemukan penumpang yang melebihi kapasitas sesuai ketentuan PSBB Kota Bogor. 

"Ada beberapa titik yang sampai hari kelima ini, pengemudi angkutan umum menaikan penumpang tidak sesuai ketentuan PSBB Kota Bogor. Kami imbau untuk angkot biasa bangku sebelah kiri empat orang menjadi dua orang dan sebelah kiri enam orang menjadi tiga orang. Tapi dilapangan masih ditemukan hal-hal yang melebihi kapasitas 50%," paparnya.

Untuk itu, pihaknya melakukan tindakan tegas dengan menurunkan penumpang angkot tersebut dan dialihkan ke kendaraan lain yang memang kondisinya belum maksimal. (Rizki Mauludi)