Awas, Pandemi Covid-19 Dijadikan Alasan untuk Lakukan PHK Massal!

Awas, Pandemi Covid-19 Dijadikan Alasan untuk Lakukan PHK Massal!
Ilustrasi/ANTARA FOTO

INILAH, Purwakarta – Seratusan perusahaan di Kabupaten Purwakarta, mulai merasa tak berdaya dengan mewabahnya virus corona (Covid-19). Akibatnya, saat ini  banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran terhadap karyawannya.

Selain PHK massal, ada juga perusahaan yang merumahkan karyawannya dengan tidak memperpanjang kontrak kerja mereka. Bahkan, ada juga perusahaan yang merumahkan meliburkan tenaga kerjanya, hingga memberlakukan perubahan jam kerja termasuk perubahan upah.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Purwakarta, Irsan Jaelani, menyesalkan dengan sikap perusahaan yang tega memutuskan PHK untuk karyawannya. Padahal, hal itu tidak perlu dilakukan. Justru, menurutnya, harusnya sama-sama berjuang menghadapi pandemi ini dengan dapat menekan angka PHK.

“Sebagai bagian dari pelaku usaha, saya hanya berharap tidak perlu melakukan PHK,” ujar Irsan kepada wartawan, Senin (20/4/2020).

Irsan tak menampik, jika efek dari pandemi Covid-19 ini akan sangat serius bagi perusahaan lintas sektoral ke depannya. Namun, di sisi lain dirinya berharap perusahaan-perusahaan di Purwakarta bisa menghindari PHK massal.

“Mungkin bisa dengan dicari cara dan berbagai macam solusi yang bisa dimengerti bersama, apakah dengan cara karyawan yang dirumahkan secara bergantian atau pengurangan upah atau lembur selama masa pandemi ini,” jelas dia.

Senada dengan Irsan, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Konsulat Cabang Purwakarta, Fuad BM menilai, dampak Covid-19 saat ini jangan dijadikan alasan perusahaan untuk memberhentikan pekerjanya.

“Untuk awal-awal, saya pikir ini akal-akalan perusahaan. Momentnya pas,” ujar dia.

Menurut Fuad, dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian termasuk kondisi keuangan perusahaan bisa dirasakan setelah kondisinya berlarut-larut. Paling tidak, apabila itu terjadi hingga akhir tahun ini.

Namun menurutnya, untuk melakukan PHK saat ini masih terlalu dini. Kalau pun PHK tidak bisa dihindarkan, dirinya berharap pihak perusahaan tetap membayarkan hak-hak karyawan yang diberhentikan itu.

“Saya menganggap wajar saja perusahaan mem-PHK karyawannya. Tapi, saya juga berharap perusahaan membayar hak-hak karyawan yang di PHK ini dengan wajar,” tambah dia.

Sementara itu, dari data yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Purwakarta, hingga saat ini sudah ada 104 dari perusahaan yang ada di wilayah ini sudah terdampak wabah virus tersebut. Dengan rincian, 67 perusahaan terdampak langsung dan 37 perusahaan terdampak tidak langsung.

“Dari 104 perusahaan ini, total tenaga kerja yang terdampak, tercatat ada sekitar 49.972 orang,” ujar Kepala Disnakertrans Purwakarta, Titov Firman akhir pekan kemarin.

Titov menjelaskan, dari 67 perusahaan yang terdampak langsung itu, dua perusahaan di antaranya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya. Dari dua perusahaan ini, sebanyak 1.093 karyawan yang di PHK. (Asep Mulyana)