Bupati Bogor Tinjau Stasiun Bojonggede, Ini Hasilnya...

Bupati Bogor Tinjau Stasiun Bojonggede, Ini Hasilnya...
(Foto: Reza Zurifwan)

INILAH, Bojonggede - Bupati Bogor meninjau langsung traffic penumpang commuter line di Stasiun Bojonggede. Dia mendapati jumlah penumpang commuter line pada Senin (20/4/2020)  jam 06.00 WIB menurun dari sebelumnya.

Wanita berusia 51 tahun ini pun menyempatkan diri berbicara dengan para penumpang commuter line, ternyata masih ada penumpang yang tidak semua dikecualikan boleh bekerja pada saat DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saya tadi berbincang dengan penumpang commuter line yang menuju DKI Jakarta, ternyata masih ada karyawan atau pekerja diluar sektor kesehatan, perbankan dan lainnya yang diperbolehkan tetap bekerja masih bekerja hingga saya minta Pemprov DKI Jakarta tegas menutup kantor atau memberlakukan work from home (WFH) sektor yang tidak dikecualikan oleh pemerintah hingga nantinya penurunan penumpang lebih maksimal lagi," Kata Ade Yasin kepada wartawan, Senin (20/4).

Selain itu, agar penumpang commuter line tidak tertular wabah virus corona (covid 19) maka dirinya pun menghimbau agar para penumpang menggunakan masker, memakai sarung tangan dan membawa hand sanitizer.

"Jika melihat 8 warga Bojonggede yang pasien positif virus corona, commuter line ini merupakan tempat rawan penyebaran wabah virus corona hingga saya menghimbau mereka selain menggunakan masker juga memakai sarung tangan dan sering menggunakan hand sanitizer sehabis memegang pintu atau handle commuter line," himbaunya.

Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia Wiwik Widayanti mengaku bahwa penurunan jumlah penumpang commuter line memang belum maksimal karena masih ada perusahaan di DKI Jakarta yang tetap bekerja disaat penerapan PSBB.

"Masih cukup banyaknya penumpang commuter line karena memang ada perusahaan di DKI Jakarta yang masih buka atau beroperasi, namun kalau dikihat dari presentasi dari pagi hingga malam presentase penurunan mencapai 85 persen," ujar Wiwik.

Ia melanjutkan agar physical distancing berlaku di commuter line, pihaknya merekayasa arus dengan memberangkatkan commuter line dari lima stasiun padat penumpang seperti Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, Stasiun Bojonggede, Stasiun Citayam dan Stasiun Depok.

"Kami memberangkatkan kereta tambahan dari Stasiun Cilebut, Stasiun Bojonggede, Stasiun Citayam dan Stasiun Depok hingga kami bisa menerapkan physical distancing kepada paea penumpang commuter line," lanjutnya. (Reza Zurifwan)