Ringankan Beban Wajib Pajak, DJP Berikan Relaksasi Penyampaian SPT Tahunan 2019

Ringankan Beban Wajib Pajak, DJP Berikan Relaksasi Penyampaian SPT Tahunan 2019

INILAH, Bandung,- Wajib pajak badan dan wajib pajak orang pribadi yang menyelenggarakan pembukuan akhir pada 31 Desember 2019, mendapat relaksasi penyampaian dokumen kelengkapan SPT hingga 30 Juni 2020.

Wajib pajak badan SPT tahunan yang disampaikan, berupa formulir 1771 beserta lampiran 1771I-V, transkip kutipan elemen laporan keuangan sebagai pengganti sementara dokumen, dan bukti pelunasan pajak bila SPT kurang bayar.

"Relaksasi ini dalam rangka meringankan beban wajib pajak menyiapkan SPT tahunan dalam kondisi pandemi Covid-19," kata Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama.

Ada pun bagi wajib pajak orang pribadi pengusaha atau pengusaha bebas, SPT tahunan yang disampaikan salah satunya adalah formulir 1770 dan lampiran 1770 I-IV, dan neraca menggunakan format sederhana. "Lalu bukti pelunasan pajak bila SPT kurang bayar," ucapnya.

Selanjutnya, dituturkan dia adalah penyampaian dokumen kelengkapan SPT tahunan berupa laporan keuangan lengkap dan berbagai dokumen kelengkapan yang persyaratannya sesuai dengan peraturan direktur jenderal pajak.

"Wajib pajak tidak dikenakan sanksi denda atas keterlambatan penyampaian SPT tahunan, namun jika ada kekurangan bayar dalam SPT tahunan
yang disetorkan setelah 30 April 2020 tetap dikenakan sanksi bunga sebesar dua persen per bulan," ujar dia.

Bagi wajib pajak yang ingin memanfaatkan relaksasi ini, ditambahkan dia, harus menyampaikan pemberitahuan sebelum menyampaikan SPT. Pemberitahuan tersebut disampaikan secara online melalui www.pajak.go.id.

"Fasilitas ini tidak dapat dimanfaatkan oleh wajib pajak yang menyatakan lebih bayar dan meminta restitusi dipercepat (pengembalian pendahuluan), atau oleh wajib pajak yang menyampaikan SPT setelah 30 April 2020," tandasnya. (yogo triastopo)