Ade Minta Perusahaan Libur Sementara, Ini Jawaban Apindo

Ade Minta Perusahaan Libur Sementara, Ini Jawaban Apindo
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin akan bertindak tegas di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pihaknya akan memberikan sanksi kepada perusahaan nonkesehatan, bahan bakar minyak (BBM), bahan baku industri untuk keperluan ekspor, impor, keperluan pertahanan dan keamanan yang masih nekat beroperasi.

Dia beranggapan, sektor dunia usaha di luar pengecualian di atas masih banyak yang beroperasi seperti biasa. Mereka seolah-olah tidak menghiraukan ada penerapan PSBB di Bumi Tegar Beriman.

"Saya minta perusahaan ikut membantu penanganan Covid-19, salah satunya dengan menutup sementara operasi perusahaan selama penerapan PSBB," kata Ade kepada wartawan, Senin (20/4/2020).

Ketua Satuan Gugus Tugas Penangganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu mengkhawatirkan perusahaan yang masih nekat beroperasi itu bisa jadi kluster baru penyebaran wabah virus corona.

"Saya mengerti konsekuensinya baik bagi perusahaan maupun bagi tenaga kerjanya. Berat memang tetapi saya harus mengambil sikap tegas, karena urusan pandemi Covid-19 ini adalah urusan kesehatan dan nyawa warga Kabupaten Bogor hingga kalau mereka masih bandel beroperasi maka kita pikirkan akan memberikan sanksi kepada perusahaan nonpengecualian yang masih tetap beroperasi tersebut" tegasnya.

Dia meminta, para pemilik perusahaan bisa mematuhi UU No 6/2018 tentang karantina kesehatan dan Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nom 18/2020 tentang penerapan PSBB.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bogor Alexander Frans menuturkan perusahaan kini sudah menerapkan PSBB berupa membatasi jam kerja ataupun jumlah pekerja yang bekerja. Sedangkan, kalau mau diliburkan itu agak sulit dilakukan karena perusahaan pun harus hidup.

"Apindo sudah membuat surat edaran dan menerapkan PSBB berupa membatasi jam kerja ataupun jumlah pekerja yang bekerja dan menerapkan prosedur kesehatan seperti menyemprotkan zat disinfektan, mengukur suhu tubuh dan menyediakan tempat cuci tangan hingga kalau ada pekerja yang kurang sehat itu diliburkan sementara hingga sembuh," tutur Alexander.

Dia melanjutkan, penyebaran wabah virus corona ini juga sulit diprediksi hingga kalaupun ada niat pemerintah daerah untuk meliburkan sementara, harus ada kebijakan dari pemerintah untuk keberlangsungan hidup para pekerja.

"Penutupan sementara operasional perusahaan ini bisa berdampak luas dan kalau memang pemerintah daerah meminta perusahaan untuk libur sementara itu harus ada kebijakan anggaran dari pemerintah daerah untuk para karyawan yang akan diliburkan," lanjutnya. (Reza Zurifwan)