Bupati Bogor Gusar, Bansos untuk Guru Ngaji Diserbu Masyarakat

Bupati Bogor Gusar, Bansos untuk Guru Ngaji Diserbu Masyarakat
Ketua Baznas Kabupaten Bogor KH. Lesmana. (reza zurifwan)

INILAH, Bogor - Bantuan sosial (Bansos) untuk 12.000 orang guru ngaji dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bogor 'diserbu' masyarakat maupun driver ojek online.

Akibatnya dan karena faktor kemanusiaan, Baznas Kabupaten Bogor pun terpaksa membagikan 2.000an paket sembako kepada masyarakat dan driver ojek online yang menyambangi Kantor Baznas Kabupaten Bogor di Jalan Bersih, Kelurahan Tengah, Cibinong.

"Hari ini Baznas Kabupaten Bogor ditimpa musibah karena tiba - tiba masyarakat dan driver ojek online tiba - tiba datang meminta bantuan sosial, karena faktor kemanusiaan kami pun membagikan 2.000an paket sembako yang berisi beras 6 Kg dan mie instan 10 bungkus," kata Ketua Baznas Kabupaten Bogor KH. Lesmana kepada wartawan, Senin (20/4).

Pria yang berdomisili di Kecamatan Klapanunggal ini  menuturkan dalam melakukan pendataan 12.000 guru ngaji, pihaknya berkordinasi dengan 40 kecamatan.

"Kami tak tau masyarakat dan driver ojek online dapat informasi bansos dari mana, kata masyarakat mereka dapat info tersebut dari Ketua RT dan RW domisili mereka sementara kami hanya berkordinasi dengan para Camat," tuturnya.

Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Bogor Ubaidillah menyayangkan driver ojek online kembali 'menyerbu' atau mendatangi Kantor Baznas Kabupaten Bogor, karena sebelumnya 400an orang driver ojek online sudah diberikan bantuan serupa atas perintah Bupati Bogor Ade Yasin.

"Kami juga menyayangkan kenapa driver ojek online datang lagi meminta bantuan sosial padahal sebelumnya sudah diberikan, mungkin ini terjadi karena bantuan dari pemerintah daerah ataupun pusat belum diterima masyarakat hingga ketika ada kabar Baznas akan memberikan bantuan sembako mereka langsung datang ke kantor kami sambil membawa E - KTP dan Kartu Keluarga (KK)," ucap Ubaidillah.

Mendengar kabar ribuan orang atau warga berkerumun di Kantor Baznas Kabupaten Bogor hingga membuat ricuh, Bupati Ade Yasin pun gusar dan menegur keras para pimpinan Baznas.

"Saya kaget, kok tiba-tiba ada kericuhan karena ada pembagian sembako oleh petugas Baznas, mereka tidak ada konfirmasi ke saya sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 ," ujar Ade Yasin.

Politisi PPP ini menjelaskan seharusnya pihak Baznas koordinasi dahulu kepada pemerintah daerah dan juga kepada pihak kepolisian agar ikut mengamankan penyaluran bantuan sosial tersebut.

"Seharusnya Ketua Baznas berkoordinasi dengan kami dan juga kepada pihak Polres Bogor, agar sesuai aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), physical distancing,  dan tidak terjadi kericuhan seperti yang terjadi pagi tadi," jelasnya. (Reza Zurifwan)